Berita

Permainan tradisional lompat tali dan engklek dalam aksi Hari Buruh 2026 di depan Gedung DPR, Jumat, 1 Mei 2026. (RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

JUMAT, 01 MEI 2026 | 17:32 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Ribuan massa yang memadati kawasan aksi Hari Buruh diwarnai berbagai kegiatan kreatif, bukan hanya deretan orasi politik dari atas mobil komando. 

Hingga sekitar pukul 16.30 WIB, massa terus berdatangan dan suasana aksi di Depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, semakin ramai dengan hadirnya pertunjukan musik hingga aktivitas-aktivitas unik di tengah demonstrasi.

Di sejumlah titik, peserta aksi tampak membagikan selebaran, memainkan permainan tradisional, hingga membuat ruang-ruang diskusi kecil di sela demonstrasi. 


Nuansa aksi pun terasa lebih cair dan hidup, meski tuntutan yang dibawa tetap bernada keras terhadap kondisi ketenagakerjaan dan situasi ekonomi nasional.

Keramaian semakin meningkat saat grup musik Efek Rumah Kaca hadir di lokasi aksi. Kehadiran band tersebut langsung menarik perhatian massa dan membuat area demonstrasi dipadati peserta yang ikut bernyanyi bersama.

Namun di balik suasana kreatif itu, kritik terhadap pemerintah tetap mengemuka. 

Salah satunya datang dari perwakilan Universitas Nasional yang tergabung dalam Aliansi Kolektif Kebon Sayur bernama Aldo, yang menyinggung janji penyediaan lapangan kerja dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Wakil presiden kita hari ini, Gibran, telah mengatakan bahwa ketika dia sudah menjadi wakil presiden, dia akan memberikan 19 juta pekerjaan. Tapi mana buktinya?” ujar Aldo dalam orasinya, Jumat 1 Mei 2026. 

Ia menilai persoalan pengangguran dan kemiskinan masih terjadi di berbagai daerah. 

Menurutnya, momentum Hari Buruh bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ruang untuk menyuarakan kritik terhadap arah kebijakan pemerintah.

Dalam orasinya, Aldo juga mengkritik pemerintahan Prabowo Subianto yang dinilai terlalu dekat dengan kepentingan asing dan kapitalisme global. 

Ia menyebut kondisi ketimpangan dan kemiskinan yang dialami masyarakat tidak lepas dari sistem ekonomi yang dianggap semakin menekan kelompok pekerja.

Meski diwarnai kritik tajam, suasana aksi tetap berlangsung meriah dengan kombinasi orasi politik, musik, hingga aktivitas budaya yang membuat peringatan Hari Buruh tahun ini terasa berbeda dari aksi demonstrasi pada umumnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya