Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Efek Diskon dan Percepatan Stok, Laba Puma Melonjak 19,6 Persen

JUMAT, 01 MEI 2026 | 09:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produsen pakaian olahraga asal Jerman, Puma, mencatat kinerja kuartal pertama 2026 yang melampaui ekspektasi analis. Pencapaian ini didorong strategi perusahaan dalam mempercepat penjualan stok di tengah permintaan pasar yang masih lemah.

Dikutip dari Reuters, Jumat 1 Mei 2026, laba operasional (EBIT) Puma naik 19,6 persen menjadi 51,9 juta Euro, jauh di atas perkiraan analis sekitar 43 juta Euro. Kenaikan ini ditopang oleh margin laba yang lebih tinggi serta penurunan biaya pengiriman.

Pendapatan perusahaan tercatat sebesar 1,86 miliar Euro, turun tipis 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap melampaui proyeksi analis sebesar 1,82 miliar Euro. Di sisi lain, nilai persediaan berhasil ditekan menjadi 1,9 miliar Euro, mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan stok.


Untuk mempercepat perputaran barang, Puma menarik produk yang kurang diminati dan memberikan diskon. Perusahaan juga mulai mengembalikan stok ke pasar secara bertahap melalui mitra grosir tertentu, sekaligus memperkuat penjualan langsung ke konsumen sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

CEO Puma, Arthur Hoeld, menyatakan bahwa penurunan stok di sejumlah mitra grosir, khususnya di Amerika Serikat, telah mencapai dua digit.

"Kami telah mencapai kemajuan signifikan tahun ini dalam model operasional kami, yang diperlukan untuk membangun fondasi bagi pertumbuhan masa depan kami di Puma," ujar Hoeld.

Ia menambahkan, meski dihadapkan pada ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik, perusahaan tetap optimistis terhadap keberhasilan rencana bisnis ke depan. Puma juga menargetkan normalisasi level stok dapat tercapai pada akhir 2026, seiring upaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Kinerja perusahaan turut didorong oleh kategori sepak bola, terutama produk terkait Piala Dunia yang mencatat permintaan cukup kuat, meskipun tidak dirinci angkanya.

Di pasar saham, laporan ini disambut positif. Saham Puma naik sekitar 3,7 persen setelah pengumuman, meski dalam dua tahun terakhir masih melemah sekitar 40 persen.

Dalam upaya memperkuat kinerja bisnis, Puma juga melakukan perubahan di jajaran manajemen. Perusahaan menunjuk Mark Langer sebagai Chief Financial Officer (CFO) baru, menggantikan Markus Neubrand.

Langer, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Hugo Boss, dinilai memiliki pengalaman kuat di pasar modal. Analis melihat langkah ini sebagai sinyal positif yang berpotensi meningkatkan kepercayaan investor terhadap arah strategi perusahaan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya