Berita

Roy Suryo. (Foto: YouTube Forum Keadilan TV)

Politik

Roy Suryo Beberkan Praktik Pesugihan yang Dilakukan Jokowi

JUMAT, 01 MEI 2026 | 01:31 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pakar telematika Roy Suryo membeberkan kebiasaan mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang melekat dengan praktik tradisi hingga pesugihan.

Di antaranya yang paling santer ialah kebiasaan memelihara kodok.

Hal itu disampaikan Roy dalam podcast Madilog bersama Margi Syarif dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis malam, 30 April 2026.


“Pesugihan itu artinya adalah hewan yang dipelihara agar orang itu sugih, orang itu kaya. Ini kan kepercayaan kuno banget, zaman animisme-dinamisme. Kalau mau kaya dalam kepercayaan kita sekarang ya berdoa, mohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa dan berusaha,” ucap Roy.

Tersangka pencemaran nama baik kasus ijazah Jokowi itu selanjutnya membeberkan beberapa fakta lain terkait dugaan praktik pesugihan Jokowi. Misalnya, saat Jokowi mengalami penyakit kulit beberapa waktu lalu, Roy mengendus hal itu efek dari pesugihan.

“Bahkan ada yang lebih tradisional lagi, ada yang kemarin sempat kapan itu saya juga sempat cerita soal kenapa kulitnya (Jokowi) begitu? Itu efek dari bulus jimbung. Bulus jimbung itu kura-kura yang hidup di danau seputaran Surakarta, yang orang kalau mau sugih, mau kaya ya mandi di situ,” jelasnya.

“Jadi kepercayaan-kepercayaan seperti ini ada. Memelihara kodok, biawak, ya kalau ini merpati oke lah karena ini simbol perdamaian,” tambah Roy sambil menunjukkan foto Jokowi bersama peliharaannya.

Mantan politikus Demokrat itu tidak habis pikir dengan kebiasaan-kebiasaan Jokowi meskipun sudah menjadi presiden.

“Mas juga dengar kan? Ketika (Jokowi) di Istana Bogor, dia juga membawa bantal, guling, kasurnya (dari Solo) juga kan? Itu memang ya nggak ada larangan, bahkan orang Jawa itu kalau mengamankan kamarnya atau rumahnya menaruh padi, tapi kalau berlebihan atau lebay, ya repot,” pungkasnya.     
  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya