Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Pertamina)

Nusantara

Groundbreaking Hilirisasi di Cilacap, Prabowo Tegaskan Kedaulatan SDA

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 14:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia harus dikelola dan dinikmati sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Penegasan tersebut disampaikan saat groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026.

Presiden menilai praktik pengelolaan sumber daya alam yang tidak memberikan manfaat optimal bagi bangsa tidak boleh terus berlanjut.

"Sudah terlalu lama sumber daya ekonomi kita, sumber daya alam kita dikuasai oleh pedagang-pedagang yang saya pertanyakan nasionalisme mereka. Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah, bank milik rakyat. Tapi mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia," ujar Presiden Prabowo.


Menurut Presiden, proyek hilirisasi merupakan hasil dari visi jangka panjang para pemimpin, teknokrat, dan ilmuwan Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

"Proyek ini tidak jatuh dari langit. Proyek-proyek ini adalah buah pemikiran, buah cita-cita, buah impian para pemimpin Indonesia, para teknokrat Indonesia, para ilmuwan Indonesia, sehingga wujudlah konsep-konsep ini," katanya.

Presiden juga mengajak para teknokrat, ilmuwan, insinyur, dan akademisi untuk mengabdikan ilmu pengetahuan dan keahliannya bagi kepentingan bangsa serta kesejahteraan rakyat.

"Sekarang saatnya para teknokrat, para ilmuwan, para insinyur, para profesor jadi profesor Merah Putih, jadi profesor pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain," tegas Presiden.

Melalui program hilirisasi dan penguatan tata kelola sumber daya alam, pemerintah berupaya meningkatkan nilai tambah industri nasional, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pemerataan kesejahteraan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya