Berita

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah (Foto: Kemlu RI)

Dunia

2.999 WNI Telah Dievakuasi dan Repatriasi dari Timur Tengah

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 17:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kementerian Luar Negeri memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dan negara-negara Teluk telah memperoleh fasilitasi perlindungan menyeluruh, baik melalui jalur evakuasi maupun repatriasi mandiri.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menegaskan hingga Rabu, 29 April 2026 sebanyak 2.999 WNI telah berhasil difasilitasi kepulangannya ke tempat aman, termasuk personel TNI yang menjalankan tugas perdamaian di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Sebanyak 2.999 WNI telah difasilitasi, baik untuk evakuasi maupun repatriasi mandiri, termasuk personel TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL,” ujar Heni dalam konferensi pers, Kamis, 30 April 2026.


Menurut Heni, langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antara Kemlu, seluruh perwakilan RI di kawasan, maskapai penerbangan, serta otoritas terkait guna memastikan proses pemulangan berlangsung aman, tertib, dan tanpa hambatan berarti. 

Dengan capaian itu, pemerintah memastikan tidak ada WNI yang terlantar di wilayah terdampak.

Kemlu juga memantau perkembangan situasi keamanan regional yang mulai menunjukkan perbaikan signifikan.

Negara-negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab dilaporkan berangsur stabil, ditandai dengan pembukaan kembali layanan penerbangan secara bertahap serta nihil laporan serangan rudal maupun drone dalam beberapa hari terakhir.

Meski kondisi kawasan dinilai semakin kondusif, pemerintah tetap meminta seluruh WNI untuk tidak lengah, terus meningkatkan kewaspadaan, serta menjaga komunikasi aktif dengan perwakilan RI terdekat demi mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi secara cepat.

“Dalam situasi darurat, para WNI diimbau untuk segera menghubungi hotline perwakilan terdekat maupun hotline pelindungan WNI di pusat,” pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya