Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Ingin Siswa Indonesia Kuasai Bahasa Inggris dan Mandarin Sejak SD

RABU, 29 APRIL 2026 | 12:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan ambisinya mendorong transformasi besar dalam sistem pendidikan nasional dengan meningkatkan kemampuan bahasa asing sejak sekolah dasar (SD).

Hal tersebut disampaikan Prabowo usai meninjau langsung hasil revitalisasi SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026. 

Dalam agenda itu, Kepala Negara menekankan pentingnya penguasaan bahasa global seperti Inggris dan Mandarin bagi generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.


"Anak-anak sekolah kita harus bisa bahasa inggris mandarin dan beberapa bahasa asing mulai dari SD,” tegasnya.

Prabowo berencana membangun studio pusat pembelajaran di Jakarta yang akan menghadirkan guru-guru terbaik, termasuk native speaker untuk bahasa asing tertentu. 

Hasil rekaman pembelajaran tersebut bisa didengarkan di seluruh sekolah di Indonesia melalui dukungan layar interaktif digital.

“Dan nanti kita ada studio pusat di Jakarta, guru-guru terbaik umpamanya bahasa inggris ya kita ambil native speaker dia bisa ngajar ke semua yang perlu, bahasa mandarin begitu kita mau tambah," kata Prabowo. 

Untuk itu Prabowo berkomitmen menghadirkan smart class di seluruh Indonesia dengan target setiap sekolah memiliki lebih banyak ruang kelas digital.

"Saya ingin semua ruang kelas punya layar digital, smart board, smart class sekarang baru 1 per sekolah, ada yang 2, hebat udah 2, berarti target kita masih tiap sekolah mungkin 3-4 lagi,” ujarnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya