Berita

Bendera UEA berkibar di ibu kota Abu Dhabi (dok. AFP)

Bisnis

Rivalitas dengan Arab Saudi di Balik Hengkangnya UEA dari OPEC

RABU, 29 APRIL 2026 | 07:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pengunduran diri Uni Emirat Arab (UEA) dari OPEC per 1 Mei 2026 bukan sekadar urusan teknis produksi, melainkan puncak dari keretakan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi. 

Ambisi Abu Dhabi untuk memproduksi hingga 5 juta barel per hari—jauh di atas kuota 3,2 juta barel yang dipaksakan OPEC—akhirnya membentur tembok kebijakan Riyadh yang kaku. 

Bagi UEA, kuota tersebut dianggap menghambat pengembalian investasi besar-besaran yang telah mereka tanamkan di sektor energi.


Pemerintah UEA menegaskan bahwa langkah ini adalah keputusan berdaulat demi masa depan negara. 

"Keputusan ini mencerminkan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta profil energi yang terus berkembang," demikian pernyataan resmi pemerintah UEA, dikutip dari Associated Press, Kamis 29 April 2026,

Meski keluar dari blok tersebut, mereka berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas pasar secara mandiri: 

"Setelah keluar dari zona tersebut, UEA akan terus bertindak secara bertanggung jawab, menghadirkan produksi tambahan ke pasar secara bertahap dan terukur, selaras dengan permintaan dan kondisi pasar," lanjut pernyataan itu.

Ketegangan ini diperparah oleh persaingan pengaruh di Timur Tengah yang kian agresif. Hubungan kedua sekutu lama ini mencapai titik nadir setelah koalisi militer di Yaman pecah, menyusul serangan Arab Saudi terhadap kelompok separatis bentukan UEA pada akhir tahun lalu. 

Friksi ini meluas ke persaingan ekonomi regional dan perebutan kendali di jalur strategis Laut Merah, yang membuat koordinasi kebijakan energi dalam satu payung organisasi tidak lagi memungkinkan.

Keputusan mengejutkan UEA untuk juga meninggalkan aliansi OPEC+ menunjukkan pergeseran prioritas menuju kepentingan nasional yang absolut. 

Meski jalur ekspor di Selat Hormuz saat ini masih tersendat akibat konflik regional, langkah UEA memberikan pesan jelas: begitu jalur perdagangan normal kembali, pasar global akan dibanjiri pasokan minyak tambahan dari Abu Dhabi. 

Analis melihat ini sebagai sinyal berakhirnya era kepatuhan tunggal pada kepemimpinan Riyadh dalam kartel minyak dunia. 

"Gambaran besarnya adalah bahwa UEA sangat ingin memompa lebih banyak minyak, setelah berinvestasi besar-besaran dalam perluasan kapasitas produksi dalam beberapa tahun terakhir,"  ujar David Oxley, kepala ekonom iklim dan komoditas di perusahaan konsultan Capital Economics, dalam sebuah catatan.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya