Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Politik

May Day 2026

Pekerja Segara Suarakan Empat Tuntutan, Terutama Upah Layak

SELASA, 28 APRIL 2026 | 13:52 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sentral Gerakan Buruh Indonesia Raya (Segara) menegaskan bahwa May Day merupakan momentum konsolidasi nasional untuk mempercepat terwujudnya buruh Indonesia yang sejahtera, terlindungi, dan bermartabat.

Ketua Umum Segara, Rustam Efendi mengatakan, sebagai pilar utama penggerak roda ekonomi, buruh berhak atas keadilan dan kepastian hidup. 

"Tanpa buruh yang kuat, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi slogan," kata Rustam melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 28 April 2026.


Pada May Day 2026, pekerja Segara menyuarakan empat tuntutan kepada pemerintah.

1. Upah Layak Berkeadilan dan Penataan Sistem Alih Daya
 
Segara mendesak pemerintah menetapkan formula upah nasional yang merefleksikan kebutuhan hidup layak riil. Praktik outsourcing yang melanggar norma hukum harus ditertibkan total.

2. Jaminan Sosial Semesta Tanpa Kecuali

Seluruh pekerja, termasuk buruh informal, migran, dan pekerja platform digital, wajib tercakup dalam sistem Jaminan Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Pensiun yang kuat.

3. Revolusi Keterampilan Menghadapi Disrupsi Teknologi

Segara menuntut revitalisasi Balai Latihan Kerja dan program re-skilling/up-skilling masif yang link and match dengan industri, agar buruh tidak tergilas otomasi dan AI.

4. Jamin Kebebasan Berserikat dan Hentikan Kriminalisasi

Aktivis buruh bukan musuh negara. Segara meminta jaminan hukum penuh bagi kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat sesuai UUD 1945.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya