Berita

Raja Charles III dan istri tiba di Amerika Serikat pada Senin, 27 April 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Associated Press)

Dunia

Raja Charles III Tiba di AS

SELASA, 28 APRIL 2026 | 07:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Raja Charles III dan Ratu Camilla dari Inggris tiba di Amerika Serikat (AS) pada Senin, 27 April 2026, waktu setempat, untuk kunjungan kenegaraan selama empat hari.

Setibanya di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, pasangan kerajaan disambut oleh pejabat diplomatik serta keluarga militer Inggris yang bertugas di AS. Upacara penyambutan berlangsung resmi dengan pemutaran lagu kebangsaan kedua negara, sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden Donald Trump dalam pertemuan pribadi.

Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS, yang menandai berakhirnya kekuasaan Inggris atas wilayah tersebut. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi yang pertama bagi raja Inggris ke AS dalam sekitar dua dekade terakhir, sehingga memiliki makna historis sekaligus simbolis bagi hubungan kedua negara.


Selama berada di AS, Raja Charles dijadwalkan menyampaikan pidato di Kongres, menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih, serta melakukan kunjungan ke New York dan Virginia. Di New York, pasangan kerajaan akan memperingati korban serangan 11 September 2001 menjelang peringatan ke-25 tragedi tersebut. Sementara di Virginia, Raja Charles akan bertemu kelompok konservasi lingkungan sebagai bagian dari komitmennya selama puluhan tahun terhadap isu lingkungan.

Namun, kunjungan ini berlangsung dalam suasana yang tidak sepenuhnya tenang. Beberapa hari sebelum kedatangan Raja Charles, terjadi insiden penembakan dalam acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Washington. Meski tidak ada korban luka, insiden tersebut meningkatkan kekhawatiran keamanan selama kunjungan berlangsung.

Hubungan Inggris dan AS juga sedang mengalami tekanan akibat perbedaan sikap terkait konflik Iran. Presiden Donald Trump sebelumnya mengkritik pemerintah Inggris karena dianggap tidak memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan militer AS.

Bahkan, laporan internal Pentagon menyebut kemungkinan peninjauan ulang terhadap dukungan Amerika atas klaim Inggris di Kepulauan Falkland sebagai bentuk tekanan politik.

Pemerintah Inggris yang dipimpin Perdana Menteri Keir Starmer berharap kunjungan ini dapat memperbaiki hubungan kedua negara yang selama ini dikenal sebagai “hubungan khusus”. Hubungan tersebut dinilai berada pada titik terendah sejak Krisis Suez tahun 1956, yang menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam sejarah diplomasi kedua negara.

Sejumlah pejabat juga menilai kunjungan ini sebagai kesempatan untuk mempererat kembali hubungan bilateral. Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Christian Turner, menegaskan bahwa kunjungan ini mencerminkan kedekatan historis kedua negara. 

Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa dirinya sangat menghormati Raja Charles dan optimistis kunjungan ini dapat membantu memperbaiki hubungan antara kedua negara. 

“Presiden Trump selalu sangat menghormati Raja Charles, dan hubungan mereka semakin diperkuat oleh kunjungan bersejarah presiden ke Inggris tahun lalu,” kata juru bicara Gedung Putih Anna Kelly kepada Associated Press.

“Presiden menantikan kunjungan istimewa, yang akan mencakup jamuan makan malam kenegaraan yang indah dan berbagai acara sepanjang minggu," ujarnya.

Meski begitu, beberapa isu sensitif, termasuk skandal yang melibatkan Pangeran Andrew dan hubungannya dengan Jeffrey Epstein, dipastikan tidak akan dibahas dalam agenda resmi untuk menghindari dampak terhadap proses hukum yang masih berjalan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya