Berita

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra saat di Lapas Klas IIB Tasikmalaya. (Foto: RMOLJabar)

Hukum

Overkapasitas Parah, Lapas Tasikmalaya Nyaris 5 Kali Lipat

SENIN, 27 APRIL 2026 | 21:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kondisi Lapas Klas IIB Tasikmalaya kian memprihatinkan. Lapas yang seharusnya hanya menampung 88 orang, kini dijejali 462 warga binaan atau lebih dari lima kali lipat kapasitas ideal.

Pelaksana Harian Kalapas, Yadi Suryaman mengakui lonjakan penghuni membuat kondisi hunian jauh dari kata layak. Bahkan, satu sel yang semestinya diisi satu orang kini harus ditempati hingga lima orang.

“Kalau tidak dipindahkan, jumlahnya bisa tembus 1.000. Itu sudah tidak manusiawi,” ujar Yadi dalam kegiatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di aula lapas, Senin, 27 April 2026.


Saat ini, lapas dengan 24 kamar, termasuk satu blok khusus perempuan menampung warga binaan dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Sekitar 280 orang di antaranya berasal dari wilayah kabupaten.

Untuk mengurai kepadatan, pihak lapas telah memindahkan sebagian narapidana ke sejumlah UPT lapas terdekat. Namun, langkah itu dinilai belum menjadi solusi jangka panjang karena hanya memindahkan beban ke tempat lain.

Di sisi lain, rencana pembangunan lapas baru masih terkendala lahan. Yadi berharap ada dukungan dari pemerintah daerah, baik kota maupun kabupaten.

“Kami terus menjajaki peluang. Apalagi sekarang ada wali kota baru, mudah-mudahan ada opsi relokasi,” katanya sebagaimana dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra mengaku prihatin dengan kondisi overkapasitas ekstrem tersebut.

“Seharusnya 88 orang, tapi diisi ratusan. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi kelayakan hidup,” tegasnya.

Meski begitu, Diky tetap mengapresiasi program pembinaan di dalam lapas. Menurutnya, hasil karya warga binaan seperti produk kopi hingga kerja sama dengan sektor perhotelan menunjukkan semangat pemasyarakatan yang mulai tumbuh.

Pemkot Tasikmalaya pun membuka opsi solusi, mulai dari pembangunan cabang lapas hingga relokasi ke lokasi baru. Salah satu wacana yang mencuat adalah pemanfaatan lahan pemerintah di kawasan Tamansari, meski belum ada keputusan final.

“Kalau ada lahan representatif, saya siap dorong ke wali kota. Ini tinggal keberanian untuk mengeksekusi,” tutup Diky.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya