Berita

Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. (Foto: RMOL/Jumhur Hidayat)

Publika

Yang Baru cuma Jumhur Hidayat

SENIN, 27 APRIL 2026 | 18:22 WIB

CUMA Jumhur Hidayat yang baru dari reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran hari ini.

Jumhur dipercaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Di era SBY, Ia pernah menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI. 

Jumhur menggantikan Hanif Faisol Nurofiq, yang pindah ke posisi barunya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. 


Hanif Faisol Nurofiq termasuk menteri yang disorot pasca bencana alam di Sumatera, tempo hari.

Selebihnya, Mohammad Qodari, Dudung Abdurachman, Abdul Kadir Karding, dan Hasan Nasbi, hanya tukar posisi posisi saja. Penting tak penting.

Mohammad Qodari yang sebelumnya menempati Kepala Staf Kepresidenan diganti dengan Dudung Abdurachman. 

Qodari menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, yang sebelumnya dipegang untuk sementara Angga Raka Prabowo. 

Posisi Dudung Abdurachman sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan dan Keamanan kosong---mungkin tak diperlukan lagi---dan Hasan Nasbi menempati posisi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan diganti dengan Bidang Komunikasi? 

Menarik juga. Komunikasi memang tak kalah pentingnya dengan pertahanan. Pertahanan agaknya sudah ditangani oleh Menteri Pertahanan dengan sangat baik.

Terakhir, Abdul Kadir Karding yang sebelumnya direshuffle sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, kini menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

Artinya, orang yang direshuffle Presiden Prabowo bisa jadi akan dipakai kembali. 

Tidak otomatis dibuang begitu saja seperti pada reshuffle-reshuffle di era sebelumnya. 

Contohnya Abdul Kadir Karding dan Hasan Nasbi. Reshuffle bukan karena lawan politik.

Boleh dibilang reshuffle kali ini seolah tidak ada reshuffle. 

Reshuffle yang tidak terlalu penting. Posisi-posisi yang tidak terlalu krusial dan kurang diperhatikan juga keberadaan dan sepak terjangnya.

Erizal

Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya