Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Airlangga: Indonesia Tidak Bergantung Selat Hormuz

SENIN, 27 APRIL 2026 | 17:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah memastikan ketahanan energi Indonesia relatif aman dari gejolak global, termasuk potensi gangguan distribusi akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan jalur Selat Hormuz.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi yang melewati Selat Hormuz tergolong rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya.

Airlangga mengatakan, dalam forum ASEAN Zero Emission Commission (AZEC) yang dipimpin Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan diikuti 12 negara disebutkan bahwa negara-negara Asia bergantung terhadap energi dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz. Namun, Indonesia kata Airlangga tak bergantung.


"Perdana Menteri Sanae Takaichi ini mengatakan 70 persen negara Asia (saat) ini sangat tergantung kepada Middle East, kepada Selat Hormuz. Namun Indonesia tidak, jadi itu yang Indonesia (hanya) bergantung sekitar 20 persen (energi dari Timur Tengah)," kata Airlangga dalam agenda Kick Off PINISI di Gedung Bank Indonesia, Senin 27 April 2026.

Dengan tingkat ketergantungan yang lebih rendah, Airlangga menilai Indonesia memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap tekanan global, terutama terkait distribusi energi.

"Jadi Indonesia relatif menjaga ketahanan pangan karena Indonesia juga sebagian besar energi mix. Untuk listrik itu berbasis kepada batu bara," kata Airlangga.

Ia menambahkan, sejumlah lembaga internasional juga masih menilai fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat di tengah ketidakpastian global.

International Monetary Fund (IMF), kata Airlangga, menempatkan Indonesia sebagai salah satu bright spot di Asia, didukung sinergi kebijakan fiskal dan moneter serta defisit anggaran yang tetap terjaga di bawah 3 persen.

Sementara itu, Islamic Development Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi pasar keuangan, FTSE Russell memastikan Indonesia tidak masuk dalam daftar pemantauan (watch list), sehingga status pasar modal tetap stabil, sejajar dengan negara seperti China dan India.

"Sedangkan JP Morgan Asset Management menempatkan Indonesia di peringkat kedua sebagai negara paling tahan terhadap guncangan energi global," tandas Airlangga.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya