Berita

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. (Foto: RMOL/ Hani Fatunnisa)

Politik

Ditunjuk Jadi Penasihat Khusus Presiden, LHKPN Hasan Nasbi Capai Rp40,4 Miliar

SENIN, 27 APRIL 2026 | 16:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Hasan Nasbi menjadi perhatian publik seiring pelantikannya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Hasan Nasbi yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Pertamina (Persero) dan juga pernah mengemban tugas sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan, tercatat menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2025 pada 31 Maret 2026 dengan status verifikasi administratif lengkap.

Dalam laporan KPK yang dilihat RMOL, Senin, 27 April 2026, total kekayaan Hasan Nasbi tercatat sebesar Rp40.439.501.799 (Rp40,43 miliar) tanpa adanya kewajiban utang. Nilai tersebut berasal dari berbagai instrumen aset, dengan komposisi terbesar pada kas serta kepemilikan properti.


Pada kategori tanah dan bangunan, Hasan memiliki aset senilai Rp15.072.025.000 yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Cianjur, hingga Sijunjung. Beberapa aset di antaranya berupa bangunan di Jakarta Selatan serta tanah dan bangunan di Bekasi dan Bogor dengan nilai miliaran rupiah.

Sementara itu, pada kategori alat transportasi dan mesin, Hasan tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp8,605 miliar. Koleksi kendaraannya antara lain Mini Cooper S Hatch A/T tahun 2022, Mercedes-Benz G 63 AT tahun 2023, serta sepeda motor Honda Beat tahun 2021.

Selain itu, Hasan juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp3.307.180.000. Pada komponen kas dan setara kas, nilainya mencapai Rp12.720.296.799, menjadi salah satu porsi signifikan dalam total kekayaannya. Adapun harta lainnya tercatat sebesar Rp735.000.000, sementara surat berharga tidak dilaporkan.

Secara keseluruhan, total harta yang dilaporkan mencapai Rp40.439.501.799 dan tidak terdapat catatan utang, sehingga nilai kekayaan bersih tetap berada pada angka tersebut.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya