Berita

Kolase Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL)

Politik

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

SENIN, 27 APRIL 2026 | 13:35 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Citra negatif Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang mengemuka di dalam negeri memunculkan pertanyaan terkait efektivitas negosiasi energi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam diplomasi dengan Jepang dan Rusia.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai keikutsertaan Bahlil dalam kunjungan Presiden ke Jepang dan Rusia seharusnya dapat dipertimbangkan kembali. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menjadi bahan penilaian bagi negara mitra.

“Memungkinkan juga negara mitra memikirkan dan menilai kapabilitas serta akseptabilitas menteri tersebut dalam penerimaan masyarakatnya,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin, 27 April 2026.


Di sisi lain, Efriza menilai Presiden Prabowo turut mempertimbangkan persepsi publik terhadap Bahlil. Karena itu, Presiden tidak sepenuhnya menyerahkan proses negosiasi energi kepada menterinya dalam menjalin kerja sama dengan negara mitra strategis.

“Presiden memikirkan citra pemerintah dalam negosiasi melalui respons publik. Sebab, dalam diplomasi energi global, posisi tawar seorang menteri sering kali lebih terbatas dibandingkan kepala negara,” jelasnya.

Meski demikian, lulusan magister ilmu politik dari Universitas Nasional itu meyakini bahwa Presiden Prabowo memahami strategi terbaik untuk memastikan ketahanan energi nasional, terutama di tengah ketidakpastian global akibat konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

“Namun, bisa jadi ini merupakan strategi politik Prabowo. Ketika ada kekhawatiran terhadap loyalitas, kapabilitas, dan akseptabilitas Bahlil, maka Presiden memilih turun langsung dalam proses negosiasi, lobi, maupun pembahasan investasi,” pungkas Efriza.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Penegakan Hukum Sengketa Perubahan Legalitas Soksi Tak Boleh Tebang Pilih

Senin, 18 Mei 2026 | 00:23

MUI Lega Sidang Isbat Iduladha Tak Munculkan Perbedaan

Senin, 18 Mei 2026 | 00:04

Rombongan Trump Buang Semua Barang China, Pengamat: Perang Intelijen Masuk Level Paranoia Strategis

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:34

GEM Kembangkan Ekosistem Industri Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:13

Data Besar, Nasib Berceceran

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:00

Bobotoh Penuhi Jalanan Kota Bandung, Otw Hattrick Juara!

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:40

Relawan: Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Baik

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:12

Bagaimana Nasib Jakarta Setelah Putusan MK?

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:44

Teguh Santosa: Indonesia Tidak Bisa Berharap pada Kebaikan Negara Lain

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00

BNI: Kemenangan Leo-Daniel Hadiah Istimewa untuk Rakyat Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 | 20:41

Selengkapnya