Berita

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Kasus Daycare Yogya, Sahroni Minta Penindakan Tanpa Restorative Justice

SENIN, 27 APRIL 2026 | 12:07 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, memicu kemarahan di DPR. 

Desakan untuk penindakan tegas hingga sweeping terhadap fasilitas penitipan anak pun menguat, menyusul temuan praktik pengasuhan yang dinilai tidak manusiawi.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, menegaskan bahwa pemilik dan seluruh pihak yang terlibat harus bertanggung jawab secara hukum tanpa pengecualian. 


“Pemilik harus bertanggung jawab dan polisi tindak tegas apa yang telah dilakukan selama ini kepada anak-anak bayi yang dititipkan, sungguh tragis dan tidak berprikemanusiaan,” kata Sahroni di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Ia juga mendesak agar daycare tersebut segera ditutup permanen. Menurutnya, kasus ini tidak layak diselesaikan melalui mekanisme restorative justice.

“Itu daycare wajib langsung ditutup dan para pihak yang bertanggung jawab di daycare juga harus ditindak pidana, tidak boleh ada RJ karena ini sangat keji dan nggak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sahroni mendorong aparat penegak hukum untuk menelusuri yayasan penitipan anak lain di seluruh Indonesia. Ia meminta agar fasilitas yang tidak memiliki izin atau tidak memenuhi standar segera disegel dan dihentikan operasionalnya.

“Yayasan-yayasan serupa segera polisi periksa keabsahannya. Kalau tidak ada izin dan tidak layak, segera segel dan tutup permanen,” ujarnya.

Sebelumnya, aparat melakukan penggerebekan pada Jumat, 24 April 2026. Dalam operasi tersebut, ditemukan anak-anak dalam kondisi terikat, dengan mayoritas korban merupakan balita berusia di bawah dua tahun.

Dari hasil pemeriksaan, polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka, mulai dari pimpinan yayasan hingga para pengasuh. Hingga saat ini, sedikitnya 53 anak terdata sebagai korban, sementara motif masih terus didalami oleh penyidik.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya