Berita

Ilustras (RMOL/Renni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Stabil: Nikkei-Kospi Kompak Naik

SENIN, 27 APRIL 2026 | 08:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia bergerak menguat dan cukup stabil di awal perdagangan Senin, 27 April 2026, meskipun situasi geopolitik memanas akibat mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Dikutip dari CNBC International, pergerakan saham menunjukkan optimisme. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik sekitar 0,5 persen dan mencetak rekor tertinggi baru, didorong oleh kinerja sektor industri dan teknologi. 

Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak lebih dari 1 persen dan juga mencapai level tertinggi sepanjang masa, mencerminkan kuatnya minat investor terhadap saham-saham besar di negara tersebut.


Namun, tidak semua pasar bergerak searah. Indeks S&P/ASX 200 di Australia justru melemah sekitar 0,5 persen, menunjukkan adanya aksi ambil untung setelah kenaikan sebelumnya. Sementara indeks Hang Seng Index cenderung stabil, dengan kontrak berjangka mengindikasikan potensi penguatan terbatas.

Di China dan India, pergerakan pasar relatif datar. Indeks Shanghai tidak banyak berubah, sementara indeks Nifty 50 India juga bergerak stagnan. Hal ini menunjukkan investor di dua ekonomi besar Asia tersebut masih menunggu kejelasan arah global, terutama terkait geopolitik dan harga energi.

Sentimen pasar tetap terjaga meskipun Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Dalam pernyataannya, Trump menilai proses diplomasi terlalu rumit dan penuh hambatan internal dari pihak Iran.

Di sisi lain, ketegangan di kawasan Timur Tengah justru mendorong kenaikan harga minyak. Patokan global Brent crude oil melonjak lebih dari 2 persen ke atas 107 Dolar per barel, sementara minyak mentah AS juga naik mendekati 96 Dolar AS per barel.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya