Berita

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira. (Foto: YouTube Satu Visi Utama)

Politik

Bhima Yudhistira:

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

SENIN, 27 APRIL 2026 | 01:51 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

10 tahun pemerintahan Joko Widodo ternyata membuka jalan bagi terbentuknya pemerintahan fasisme.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira dalam peluncuran dan diskusi buku "Kebangkitan Kembali Otoritarianisme di Indonesia: Dasawarsa Kepemimpinan Jokowi" dikutip dari kanal YouTube Satu Visi Utama, Minggu, 26 April 2026.
 
“Saya mau kasih tahu teman-teman semuanya, kenapa Prabowo harus berterima kasih kepada Jokowi? Karena Jokowi lah sebenarnya yang memberikan jalan lahirnya Fasisme. Jadi yang kita lawan bukan lagi pemerintahan otokrat, otoritarianisme, nggak (tapi) fasis,” kata Bhima.


Lanjut dia, lahirnya fasis itu salah satu bahan bakarnya adalah rente dan ketimpangan. Lantas, ia menceritakan pengalaman saat bertemu ekonom senior almarhum Faisal Basri yang mengingatkannya soal fasisme.

“Salah satu yang saya ingat dari Almarhum Faisal Basri, ekonom senior, yang ingetin begini: ‘Kalau saya sudah tidak ada, Bim, generasi kamu akan melihat bahwa kegagalan generasi-generasi tua yang menikmati di era Jokowi itu akan berakhir pada fasisme’. Jadi sebelum meninggal, dia sudah ingetin bahwa yang akan dihadapi adalah fasisme,” jelasnya. 

Bhima menyebut selama 10 tahun pemerintahan Jokowi sukses membangun rente dan ketimpangan dari otoritarianisme dan fasisme.  

“Apa yang dilakukan Jokowi 10 tahun terakhir yang membuat militer masuk jadi nyangkul sawah, militer mengukur tipisnya tempe dan tahu. Dari mana ini bahan bakarnya? Jokowi memupuk ketimpangan lewat Rente dan dalam 10 tahun terakhir, kita lihat dari 2019 dan sebelumnya juga trennya hampir sama (ada) 50 orang yang paling kaya, itu kekayaannya terus melesat. Dan tahun 2024, 50 orang yang paling kaya kekayaannya setara 50 juta orang Indonesia, 2026 setara 55 juta orang Indonesia,” pungkasnya.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya