Berita

Gudang Bulog di Ciamis, Jawa Barat. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Publika

Benarkah Swasembada Beras Terjadi?

MINGGU, 26 APRIL 2026 | 23:28 WIB

SETELAH aktivis mahasiswa ekstrakurikuler GMNI dan HMI yang diajak meninjau gudang beras Bulog. Pada Hari Kamis 23 April 2026 Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengajak beberapa orang pengamat. Tidak tanggung-tanggung, pengamat politik pun diajak. Lalu, di hadapan media membuat pernyataan "pembuktian" bahwa gudang penuh beras dianalogikan dengan tercapainya swasembada beras. 

Tidak hanya gudang yang penuh karung beras. Mentan Amran Sulaiman dengan ketegasan dan keyakinannya menyatakan persediaan beras nasional berlimpah hingga lebih 5 juta ton. 

Di gudang Bulog itu, Mentan Amran Sulaiman membandingkan dengan capaian swasembada beras di era Orde Baru (Orba) yang lebih rendah dari kinerjanya. Benarkah demikian adanya? Logiskah perbandingan itu dilakukan oleh seorang Menteri pembantu Presiden RI Prabowo Subianto?


Pernyataan Mentan Amran Sulaiman itu sangat ahistoris sebab Orba di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto mencapainya selama 15 tahun. Saat itu, jumlah penduduk berdasarkan hasil Sensus Penduduk 1980 (SP 1980), mencapai 147,5 juta jiwa. Sedangkan, Mentan Amran Sulaiman mengklaim capaian swasembada beras selama kurun waktu kurang lebih 1 tahun. Dengan jumlah penduduk menurut data BPS pada  Juni 2024 mencapai 281,6 juta jiwa. 

Perbandingan yang setarakah atau apple to apple capaian swasembada beras tersebut? Yang patut diteliti lebih lanjut justru logika pencapaian swasembada beras yang sangat cepat. 

Benarkah hasil produksi di dalam negeri semua atau ada yang berasal dari impor tahun sebelumnya, yaitu 2022, 2023 dan 2024. Apalagi, jika memang secara faktual dan objektif tidak ada impor beras sama sekali yang dilakukan oleh BUMN PT. Badan Usaha Logistik (Bulog).

Swasembada telah menjadi alat politik dan pencitraan bukan lagi sebuah capaian teknokratik! Lama-lama MBG juga akan klaim peningkatan gizi berhasil dalam 1 tahun.

Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi



Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya