Berita

Zulkifli Hasan saat menjabat Menteri Perdagangan. (Foto: Dok. Kemendag)

Politik

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

SABTU, 25 APRIL 2026 | 20:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sinyal kenaikan harga Minyakita yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhas, berpotensi memberikan tekanan serius terhadap perekonomian masyarakat.

Menurut Direktur Eksekutif Ethical Politics Indonesia, Hasyibulloh Mulyawan, dampak kenaikan harga tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan aspek elektoral Partai Amanat Nasional (PAN), melainkan lebih luas menyasar kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

“Ini akan sangat berdampak dan menjepit ekonomi masyarakat, serta berimplikasi pada ekonomi nasional,” ujarnya kepada RMOL, Sabtu, 25 April 2026.


Hasyibulloh menjelaskan, kenaikan harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan daging sapi akan mendorong masyarakat untuk memfokuskan pengeluaran hanya pada konsumsi utama. Kondisi ini dinilai dapat menekan daya beli terhadap sektor lain.

Menurutnya, ketika masyarakat kelas menengah menahan belanja di luar kebutuhan pokok, maka perputaran ekonomi akan melambat dan berdampak pada penerimaan negara, termasuk APBN.

Lebih lanjut, Hasyibulloh menegaskan bahwa minyak goreng tidak hanya menjadi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga komponen penting dalam industri besar maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan demikian, kenaikan harga Minyakita diperkirakan akan memicu kenaikan harga produk turunan, khususnya di sektor makanan. Hal ini berpotensi memperluas tekanan terhadap daya beli masyarakat.

“Sehingga adanya kenaikan itu juga produk-produk makanan turunanya akan naik dan berdampak pada daya beli masyarakat,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan sinyal akan adanya kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pada produk Minyakita.

Hal tersebut disampaikan Zulhas, usai rapat koordinasi bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso.

"Tadi Mendag mengusulkan penyesuaian, tapi saya minta dihitung dulu," ujar Zulhas.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya