Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

SABTU, 25 APRIL 2026 | 12:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Intel melonjak tajam setelah perusahaan melaporkan lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa peran prosesor utama (CPU) kembali penting di era AI.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 25 April 2026, pada perdagangan awal Jumat waktu AS, saham Intel naik lebih dari 24 persen hingga sekitar 83 Dolar AS. Angka ini bahkan melampaui rekor tertinggi sebelumnya saat era gelembung dot-com tahun 2000, dan mendorong nilai pasar perusahaan menembus sekitar 416 miliar Dolar AS.

Lonjakan ini dipicu oleh kuatnya permintaan dari perusahaan-perusahaan yang menyediakan layanan AI, khususnya pada kuartal pertama 2026. Intel bahkan berhasil menjual chip lama yang sebelumnya dianggap tidak akan laku. Ini menunjukkan perubahan besar dalam pasar.


Tidak hanya Intel, saham pesaing seperti AMD dan Arm Holdings juga ikut naik lebih dari 11 persen. Hal ini terjadi karena meningkatnya keyakinan bahwa proses inferensi AI - yaitu saat AI menjawab pertanyaan pengguna - lebih banyak membutuhkan CPU, bukan hanya GPU.

Selama ini, pasar AI didominasi oleh Nvidia yang fokus pada chip grafis (GPU) untuk melatih AI. Namun, perubahan tren ini membuat persaingan semakin ketat. Bahkan Nvidia mulai masuk ke pasar CPU dengan meluncurkan produk baru.

Kinerja Intel yang lebih baik dari perkiraan membuat banyak analis menaikkan target harga sahamnya. Saat ini, target harga median saham Intel naik menjadi sekitar $75, jauh dari sebelumnya $46,50.

Chief Financial Officer Intel, David Zinsner, menjelaskan bahwa peningkatan penjualan juga didorong oleh harga yang lebih tinggi dan pasokan yang terbatas. Kondisi ini membuat Intel menjual stok lama yang sebelumnya tidak diharapkan terjual.

“Produk yang terjual termasuk chip lama atau yang tidak sesuai spesifikasi, dan itu sangat membantu kinerja kami," ujarnya.

Dalam jangka panjang, pemulihan Intel juga didukung oleh strategi bisnis baru dan investasi besar. Di bawah kepemimpinan CEO Lip-Bu Tan, perusahaan mulai bangkit setelah beberapa tahun tertinggal dari pesaing.

Sejak awal tahun 2026, saham Intel sudah naik lebih dari 120 persen, setelah sebelumnya juga melonjak sekitar 84 persen pada 2025. Namun, valuasi sahamnya kini tergolong tinggi dibanding pesaing.

Selain itu, Intel juga mendapat dorongan besar setelah berhasil menarik Tesla sebagai pelanggan untuk teknologi chip generasi berikutnya. Ini menjadi langkah penting dalam ambisi Intel di bisnis manufaktur chip.

Analis dari TECHnalysis Research, Bob O'Donnell, mengatakan bahwa jika bisnis manufaktur chip Intel mulai memberikan kontribusi besar pada 2027, maka pemulihan perusahaan bisa dianggap benar-benar berhasil.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

UPDATE

Nicko Widjaja: Investasi ke TaniHub Bukan Kehendak Pribadi

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:07

Bos BEI Minta Investor Tidak Panik saat IHSG Anjlok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:57

Di Tengah Gejolak Global, Investor AS Tetap Lirik Peluang di Bali

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:56

Pimpinan Baru BGN Fokus Optimalkan MBG ke Daerah 3T

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:36

Istana Beri Sinyal Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:29

Kejagung: Dapur MBG Afiliasi Dadan Cs Tetap Jalan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:22

Legislator PDIP Dorong Kejelasan Skala Prioritas Kurikulum Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Sinergi Polda Sumsel, PTPN IV Optimalkan Sistem Pengamanan Aset Perkebunan

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:19

Kepala dan Dua Wakil BGN Baru Dilantik Senin Besok

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:17

Sesuai Survei, Kinerja Pertamina Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | 21:13

Selengkapnya