Berita

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Sangat Masuk Akal Jika Bahlil Di-Reshuffle

SABTU, 25 APRIL 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dinilai menjadi beban bagi Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih. Karena itu, wacana perombakan kabinet (reshuffle) terhadap Bahlil dianggap sebagai langkah yang logis.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa posisi Bahlil sudah layak dievaluasi secara serius.

“Sangat logis bila Prabowo mereshuffle-nya. Bila tidak, Bahlil akan terus menjadi beban bagi Presiden Prabowo,” ujar Jamiluddin kepada RMOL, Sabtu, 25 April 2026.


Menurut Jamiluddin, terdapat sejumlah faktor yang membuat Bahlil layak dicopot dari jabatannya. Salah satunya adalah dinilai gagal dalam memitigasi risiko dan mencari solusi atas kebutuhan energi, khususnya minyak dalam negeri.

Ia mencontohkan insiden tertahannya kapal Pertamina di Selat Hormuz yang berdampak pada pasokan energi nasional. Dalam situasi tersebut, pemerintah terpaksa mencari alternatif sumber energi dari negara lain.

Jamiluddin menilai, langkah strategis tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab Menteri ESDM. Namun, peran itu justru diambil langsung oleh Presiden Prabowo melalui kunjungan ke sejumlah negara, seperti Jepang dan Rusia.

“Sebagai Menteri ESDM, Bahlil seharusnya malu ketika bidang kerjanya diambil alih presiden. Hal ini menunjukkan ketidakmampuan dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” tegasnya.

Selain itu, Bahlil juga dinilai memiliki keterbatasan dalam jejaring internasional. Padahal, posisi Menteri ESDM menuntut kemampuan diplomasi energi yang kuat serta hubungan yang luas dengan para menteri energi dari berbagai negara.

“Hal itu mengindikasikan Bahlil tidak memiliki jaringan internasional yang memadai. Akibatnya, tugas-tugas strategisnya harus diambil alih Presiden,” pungkas Jamiluddin.

Dengan berbagai catatan tersebut, wacana reshuffle terhadap Menteri ESDM dinilai semakin relevan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja kabinet.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya