Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Global

Alarm Merah 2026: Dunia Menuju Titik Nadir Krisis Pangan Global

SABTU, 25 APRIL 2026 | 09:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dunia tengah menghadapi alarm merah ketahanan pangan. Kombinasi mematikan antara konflik bersenjata, kekeringan ekstrem, dan menyusutnya bantuan kemanusiaan diprediksi akan mendorong angka kelaparan global ke titik nadir pada tahun 2026.
, 
Laporan Krisis Pangan Global 2026 menyebutkan bahwa dalam satu dekade terakhir, angka kelaparan akut melonjak hingga dua kali lipat. 

Laporan ini mencatat momen kelam di tahun 2025 dengan pengumuman bencana kelaparan di dua wilayah sekaligus, yakni Gaza dan Sudan. 


Secara kumulatif, sebanyak 266 juta orang di 47 negara mengalami kerawanan pangan akut pada 2025. 

Dari jumlah tersebut, sekitar 1,4 juta jiwa di Haiti, Mali, Gaza, Sudan Selatan, Sudan, dan Yaman berada dalam kondisi "bencana" atau level tertinggi dalam skala krisis pangan.

Krisis ini menghantam kelompok paling rentan dengan sangat keras. Sepanjang 2025, tercatat 35,5 juta anak di dunia menderita malnutrisi akut, di mana hampir 10 juta di antaranya berada dalam kondisi malnutrisi akut parah yang mengancam nyawa.

Kepala International Fund for Agricultural Development, Alvaro Lario, memperingatkan bahwa masalah pangan kini bukan lagi sekadar isu kemanusiaan, melainkan ancaman bagi stabilitas global. 

"Kita tidak lagi melihat guncangan sementara, tetapi guncangan yang terus-menerus. Ketahanan pangan sudah memberi tekanan pada stabilitas global," tegas Lario, dikutip dari Reuters, Sabtu 25 April 2026.

Perang antara AS-Israel melawan Iran menjadi variabel baru yang sangat berbahaya. Gangguan pada distribusi energi dan pupuk akibat konflik ini diprediksi akan memicu lonjakan harga pangan dan inflasi dalam enam bulan ke depan, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor.

Nigeria diproyeksikan mengalami lonjakan kerawanan pangan terbesar dengan tambahan 4,1 juta orang yang akan menghadapi kelaparan akut.

Wilayah seperti Mali, Niger, dan Burkina Faso tetap berada di bawah tekanan berat akibat konflik dan inflasi.

Sementara, Somalia dan Kenya diprediksi kian menderita akibat kegagalan musim hujan (kekeringan) dan harga pangan yang melambung tinggi.

Haiti menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi sedikit membaik dan keluar dari kategori "bencana" berkat perbaikan keamanan serta peningkatan bantuan.

Ironisnya, di tengah kebutuhan yang meningkat, sokongan finansial dunia justru merosot tajam. Pada 2025, dana bantuan kemanusiaan untuk sektor pangan anjlok 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara bantuan pembangunan menyusut setidaknya 15 persen. 

Penurunan ini diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2026, meninggalkan jutaan orang tanpa jaring pengaman pangan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya