Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Positif Sambut Rencana Pertemuan AS-Iran di Pakistan

SABTU, 25 APRIL 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sentimen positif kembali mengangkat pasar saham Amerika Serikat (AS) setelah adanya rencana pertemuan antara pejabat kedua negara yang dimediasi Pakistan, meski situasi masih dinilai belum sepenuhnya stabil.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 25 April 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,16 persen, sementara S&P 500 naik 0,8 persen dan Nasdaq Composite melonjak 1,63 persen. Kenaikan ini membawa S&P 500 dan Nasdaq ke level tertinggi sepanjang masa.

Sepanjang pekan, S&P 500 menguat 0,55 persen dan Nasdaq naik 1,5 persen, sedangkan Dow Jones justru turun 0,44 persen. Ini menunjukkan bahwa penguatan pasar lebih banyak ditopang oleh saham teknologi dibandingkan sektor lainnya.


Sektor semikonduktor menjadi pendorong utama kenaikan pasar. Indeks semikonduktor Philadelphia mencatat kenaikan selama 18 sesi berturut-turut - sebuah reli yang sangat kuat. Saham Intel melonjak sekitar 23,6 persen dan ditutup pada rekor tertinggi setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan kuartal kedua yang optimistis.

Kenaikan juga terjadi pada saham chip lainnya seperti AMD dan Nvidia. Bahkan Nvidia kembali mendekati valuasi pasar sekitar 5 triliun dolar AS, menandakan tingginya minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).

Menurut Jed Ellerbroek, kekhawatiran pasar terhadap besarnya investasi AI oleh perusahaan teknologi besar kini mulai mereda.

"Kekhawatiran itu memudar dengan cepat, dan hal ini mendorong kenaikan saham chip serta perusahaan industri terkait," ujarnya.

Selain faktor teknologi, pasar juga mendapat dukungan dari musim laporan keuangan perusahaan yang cukup kuat. Ekspektasi pertumbuhan laba kuartal pertama kini naik menjadi sekitar 16,1 persen, lebih tinggi dibanding awal April.

Ke depan, perhatian investor akan beralih ke pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve, yang diharapkan memberi petunjuk terkait arah suku bunga. Peluang penurunan suku bunga pada Desember saat ini diperkirakan sekitar 39 persen, meningkat dibanding sebelumnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Berkunjung ke USS Missouri

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08

Legislator PDIP Minta Pemerintah Gercep Atasi Titik Panas di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48

Menakar Arah Pemerataan Lewat Pelayaran Perintis

Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20

TNI Kirim Satgas Kompi Zeni dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38

PBB Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo dan Bidik Kemenangan 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18

Ancaman Industri Hasil Tembakau dan Agenda Global

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59

BRI Gelar KKB Expo Hadirkan Kemudahan Layanan Pembiayaan Kendaraan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45

Data Pengungsi Papua Harus dapat Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selengkapnya