Berita

Adhie M. Massardi. (Foto: YouTube Hersubeno Point)

Politik

Adhie M. Massardi:

Orang-orang Jokowi Hancurkan Monumen Pluralisme yang Dibangun Gus Dur

SABTU, 25 APRIL 2026 | 06:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menjadi viral karena dianggap telah menistakan suatu agama dan merusak persatuan.  

Tudingan itu kerap dilontarkan oleh para pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Termul, bahkan telah melaporkan JK ke polisi. Namun tindakan tersebut justru berpotensi membenturkan kerukunan antar-umat beragama alias adu domba.

Menanggapi itu, Jurubicara Presiden ke-IV RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M. Massardi merespons dengan sangat keras terhadap “orang-orang Joko Widodo” yang ditengarai telah melakukan pelintiran terhadap ceramah JK.


Kemarahan Adhie sempat disampaikan dalam podcast bersama Hersubeno Arief dan sejarawan Prof Dr Anhar Gonggong. 

“Saya marah karena cara mereka berpolitik akan menghancurkan monumen pluralisme yang dibangun antara lain oleh Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) dengan seluruh integritas, dedikasi dan kapasitas politiknya,” jelas Adhie Massardi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 25 April 2026.

Adhie juga menyampaikannya dalam “Seruan Nasional” bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Menurutnya, virus perpecahan yang dibawa Jokowi, terutama sejak Pilgub DKI 2012 sangat berbahaya buat bangsa.

“Bangsa ini sudah akrab (dengan pluralisme) di masa Reformasi tuh, sudah tidak ada masalah lagi. Sampai kemudian tibalah virus yang menjijikkan dan bagi saya mengerikan dari Solo. Tiba-tiba ada orang Solo masuk ke pusat politik nasional di dalam Pemilihan Gubernur Jakarta tahun 2012, dari situlah ada buzzer, fitnah, adu domba, rekayasa, memelintir fakta, memperkosa fakta, lalu mendiskriditkan lawan-lawan politiknya secara amoral,” pungkasnya.       


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya