Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Indonesia Segera Eksekusi Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia

SABTU, 25 APRIL 2026 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah bergerak cepat merealisasikan ketahanan energi nasional menyusul komitmen pasokan 150 juta barel minyak mentah dari Rusia. 

Kesepakatan strategis yang diraih Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuannya dengan Vladimir Putin di Moskwa kini memasuki tahap finalisasi teknis. 

Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, menjelaskan bahwa Rusia bersedia segera mengirimkan 100 juta barel dengan harga khusus, ditambah opsi tambahan 50 juta barel untuk memperkuat cadangan energi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.


“Dia, (Prabowo) ke Moskwa ketemu Presiden Putin selama 3 jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin 100 juta barel minyak, itu akan segera dikirim ke Indonesia. 100 juta dengan harga khusus,” kata Hasim dalam Economic Briefing 2026 di Jakarta, dikutip redaksi Sabt 25 April 2026. 

Tahap awal Rusia menyetujui pengiriman 100 juta barrel minyak. Tambahan 50 juta barrel disiapkan jika kebutuhan meningkat.

Hashim menambahkan bahwa kesepakatan ini menjadi langkah antisipatif pemerintah. 

“Dan apabila Indonesia perlu lagi tambahan, sudah ditambah 50 juta, maka Indonesia sekarang sudah ada komitmen dari Pemerintah Rusia 150 juta barel, kita bisa simpen di Indonesia untuk menghadapi masalah-masalah gejolak ekonomi,” tuturnya.

Rusia menjadi salah satu alternatif pemasok energi bagi Indonesia. Peran ini menguat di tengah tekanan global akibat konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi sinyal bahwa pasokan minyak mentah tersebut kemungkinan mulai tiba pada bulan ini. 

“Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa. Insyaallah," kata Bahlil di Jakarta, Jumat 17 April 2026.  Selain minyak mentah, pemerintah juga tengah memfinalisasi rencana pembelian LPG dari Rusia.

Langkah strategis ini diambil Prabowo untuk memperkuat ketahanan energi di tengah memanasnya geopolitik Timur Tengah yang mengancam jalur perdagangan Selat Hormuz. 

Saat bertemu Putin pada Senin 13 April 2026, Prabowo menekankan pentingnya kerja sama ini. 

“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama; terutama di bidang ekonomi dan energi,” ucap Prabowo.

Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, mengonfirmasi bahwa kedua negara sedang menegosiasikan kontrak jangka panjang yang saling menguntungkan. 

Mengutip laporan Sputnik dan Interfax, Tsivilev menyatakan, “Indonesia sebelumnya membeli sebagian besar produk energinya dari negara lain, seperti Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan Australia. Namun kini mereka melihat isu ini dalam konteks situasi terkini di Selat Hormuz serta keandalan pasokan. Saat ini kami secara serius tengah mempertimbangkan kontrak jangka panjang dengan harga yang saling menguntungkan.”

Merespons komitmen tersebut, PT Pertamina (Persero) melalui VP Corporate Communication Muhammad Baron menyatakan kesiapannya untuk mengeksekusi kebijakan ini melalui koordinasi intensif dengan pemerintah. 

“Terkait dengan rencana impor minyak mentah dari Rusia, saat ini Pertamina masih terus berkoordinasi dan komunikasi dengan pemerintah,” ujar Baron.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya