Berita

FKMP Minta KIP Audit Data Pendidikan Mardiono. (Foto: Istimewa)

Politik

KIP Didorong Periksa Data Pendidikan Mardiono

JUMAT, 24 APRIL 2026 | 11:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Maraknya isu terkait dugaan ketidaksesuaian data pendidikan yang menyeret nama Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan sekaligus Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, disorot Front Kebangkitan Mahasiswa dan Pemuda (FKMP).

Koordinator Lapangan FKMP, Rafi Amaro, menilai persoalan ini tidak dapat dipandang sebagai isu personal semata, melainkan menyangkut integritas, kejujuran, serta kelayakan moral seorang pejabat publik dalam menjalankan tugas kenegaraan.

“Bagaimana mungkin seseorang yang berada di lingkar kekuasaan tertinggi negara justru diterpa isu ketidakjelasan data pribadi? Ini mencederai akal sehat publik dan berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara,” katanya lewat keterangan tertulis, Jumat, 24 April 2026.


Setiap pejabat publik seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas. FKMP menegaskan, tidak boleh ada ruang bagi manipulasi, terutama terkait identitas dan riwayat pendidikan yang menjadi dasar legitimasi moral dalam menduduki jabatan publik.

Atas dasar tersebut, FKMP mendesak Komisi Informasi Pusat (KIP) untuk segera mengambil langkah tegas dan membuka secara transparan seluruh informasi terkait riwayat pendidikan Mardiono kepada publik.

KIP diminta melakukan audit keterbukaan informasi terhadap seluruh dokumen pendidikan yang bersangkutan dan menyampaikannya secara transparan kepada publik. Selain itu, perlu adanya klarifikasi langsung, jujur, dan tanpa rekayasa dari Mardiono atas berbagai isu yang beredar.

Tidak hanya itu, FKMP meminta aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pemalsuan dokumen atau penyampaian data palsu. Mereka juga mendorong Presiden agar melakukan evaluasi serius terhadap posisi Mardiono sebagai utusan Presiden.

Lebih lanjut, FKMP menegaskan bahwa pencopotan jabatan serta proses hukum harus dilakukan secara tegas tanpa kompromi apabila terbukti terdapat kebohongan atau manipulasi data.

FKMP menilai kejujuran merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan. Setiap bentuk pengkhianatan terhadap prinsip tersebut, terlebih oleh pihak yang berada di lingkar kekuasaan, dinilai sebagai ancaman serius bagi demokrasi.

“Integritas bukan sekadar pilihan, melainkan syarat utama dalam jabatan publik,” tutupnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya