Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Dibuka Variatif saat Investor Masih Waspada

JUMAT, 24 APRIL 2026 | 08:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada pembukaan perdagangan Jumat, 24 April 2026, karena investor masih diliputi kehati-hatian. 

Meskipun Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah pertemuan di Gedung Putih, langkah ini belum cukup menenangkan pasar. Ketidakpastian geopolitik, terutama terkait konflik yang melibatkan Iran, masih menjadi faktor utama yang membebani sentimen investor.

Dikutip dari CNBC International, saham indeks Nikkei 225 Jepang naik sekitar 0,39 persen, didukung data inflasi inti yang meningkat menjadi 1,8 persen pada Maret -- angka tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kenaikan ini sejalan dengan ekspektasi pasar, namun juga dipengaruhi kekhawatiran dampak konflik terhadap harga energi.


Bursa saham Korea Selatan melemah, dengan indeks KOSPI turun sekitar 0,27 persen, sementara saham berkapitalisasi kecil cenderung stagnan. Di Hong Kong, indeks Hang Seng Index bergerak datar, mencerminkan sikap wait and see dari investor.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun sekitar 0,40 persen, mengikuti sentimen global yang cenderung negatif. Sementara itu, pasar India dan China relatif tidak banyak bergerak.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya