Berita

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo. (Foto: Istimewa)

Politik

Ketegangan Geopolitik Dunia Meningkat

Kadin Dukung All Out Pemerintah

JUMAT, 24 APRIL 2026 | 03:10 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dunia usaha yang tergabung di dalam Kadin Indonesia, mendukung penuh berbagai kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang terus berusaha mengatasi berbagai persoalan bangsa, baik dari dalam ataupun luar negeri. 

Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam keterangannya, dikutip Jumat 24 April 2026.

Di tatanan global, dunia sedang memasuki fase paling rawan sejak berakhirnya Perang Dingin, ditandai dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan strategis secara bersamaan. 


Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat, perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina yang menyeret keterlibatan NATO, serta manuver ekspansi China di Indo-Pasifik menjadi indikasi kuat bahwa tatanan global sedang mengalami pergeseran besar yang terstruktur. 

Indonesia berada di posisi yang sangat strategis sekaligus rentan karena menjadi titik temu kepentingan kekuatan-kekuatan besar dunia. Posisi geografis Indonesia yang berada di jalur utama perdagangan dunia, seperti Selat Malaka dan kawasan Laut Natuna, menjadikan Indonesia sebagai salah satu titik penting dalam tatanan geopolitik dunia.

“Kadin all out bersama Presiden, mengingat yang kita hadapi sekarang adalah perubahan struktur kekuatan dunia secara mendasar," kata Bamsoet yang juga Anggota DPR Fraksi Golkar ini.

Menurut Bamsoet, konflik yang terlihat di permukaan hanyalah gejala. Di balik itu ada perebutan pengaruh, sumber daya, dan jalur strategis yang akan menentukan siapa mengendalikan ekonomi dunia ke depan.

Bamsoet menuturkan, ancaman yang paling nyata adalah ketahanan ekonomi nasional, terutama terkait energi dan pangan.

"Kita harus kompak sebagai bangsa dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan sosial di dalam negeri yang dipicu tekanan ekonomi global," kata Bamsoet.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya