Berita

(Dari kiri ke kanan) Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (Foto: BP Batam)

Bisnis

BP Batam Ngebut: Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp17,4 Triliun

JUMAT, 24 APRIL 2026 | 00:34 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mencatat realisasi investasi Triwulan I 2026 sebesar Rp17,4 triliun, tumbuh 102,85 persen (year-on-year) dan 68,92 persen (quarter-to-quarter). 

Capaian ini menandai akselerasi kuat Batam memasuki tahun 2026, sekaligus mempertegas perannya sebagai pusat pertumbuhan investasi paling dinamis di Indonesia.

Komposisi investasi menunjukkan struktur yang semakin kokoh, dengan PMA sebesar Rp8,8 triliun dan PMDN sebesar Rp8,5 triliun. Pertumbuhan signifikan PMDN yang mencapai 216 persen secara tahunan menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor domestik, sementara PMA tetap terjaga kuat.


Secara sektoral, investasi didorong oleh industri mesin dan elektronik (23,65 persen), kimia dan farmasi (21,18 persen), jasa lainnya (17,70 persen), serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (13,09 persen). 

Pola ini menunjukkan bahwa pertumbuhan Batam bertumpu pada sektor bernilai tambah dan penguatan ekosistem industri. Dari sisi regional, Batam menyumbang sekitar 73,5 persen dari total realisasi investasi Kepulauan Riau yang mencapai ±Rp23,8 triliun pada periode yang sama. Hal ini menegaskan posisi Batam sebagai lokomotif utama ekonomi kawasan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam.

“Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif,” kata Amsakar, dikutip Jumat 24 April 2026.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra menambahkan bahwa kontribusi dominan Batam terhadap investasi Kepri memiliki makna strategis.

“Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” kata Li Claudia.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan.

“Ini bukan sekadar lonjakan angka. Struktur investasi yang sehat -- PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh agresif --menunjukkan bahwa Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable,” kata Fary.

Dari sisi negara asal, Singapura menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp4,82 triliun, diikuti Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Sebaran ini mencerminkan posisi strategis Batam dalam jaringan investasi regional dan global.

BP Batam akan terus menjaga momentum ini melalui penguatan layanan investasi, percepatan penyediaan lahan dan utilitas, serta peningkatan kepastian usaha. 

Ke depan, Batam tidak hanya berfokus pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga pada pembangunan ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya