Berita

Presiden Taiwan Lai Ching-te (Foto: Reuters)

Dunia

AS Tuding Tiongkok Intimidasi Afrika Demi Hadang Lawatan Presiden Taiwan

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 17:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat melontarkan tudingan keras terhadap Tiongkok yang dinilai menjalankan kampanye intimidasi guna menghalangi lawatan Presiden Taiwan, Lai Ching-te, ke kawasan Afrika.

Kontroversi ini mencuat setelah pemerintah Taiwan mengumumkan penundaan kunjungan resmi Lai ke Eswatini, satu-satunya sekutu diplomatik Taipei di Afrika. 

Penundaan terjadi setelah Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar secara tak terduga dan tanpa pemberitahuan sebelumnya mencabut izin penerbangan charter tersebut.


Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyampaikan keprihatinan serius. 

"Kami prihatin dengan laporan bahwa beberapa negara mencabut izin penerbangan untuk mencegah presiden Taiwan mengunjungi Eswatini," ujarnya, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 23 April 2026.

Washington menilai pencabutan izin lintas udara itu bukan keputusan independen, melainkan hasil tekanan Beijing. 

“Negara-negara ini bertindak atas perintah Tiongkok dengan mencampuri keselamatan dan martabat perjalanan rutin para pejabat Taiwan. Ini adalah kasus lain dari Beijing yang melancarkan kampanye intimidasi terhadap Taiwan dan para pendukung Taiwan di seluruh dunia," ungkapnya.

Dari Taipei, Sekretaris Jenderal Presiden Pan Men-an menguatkan dugaan tersebut. Ia menyatakan bahwa alasan sebenarnya adalah pihak berwenang Tiongkok memberikan tekanan yang kuat termasuk pemaksaan ekonomi, yang pada akhirnya memaksa penjadwalan ulang kunjungan.

Namun, pemerintah Tiongkok dengan tegas membantah tudingan itu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, menyebut pernyataan AS sebagai tidak berdasar. 

“AS telah secara tidak bertanggung jawab mengkritik tindakan sah Tiongkok untuk melindungi kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya. Perilaku seperti itu merupakan distorsi fakta yang lengkap dan pengaburan antara benar dan salah," tegasnya.

Di tengah saling tuding tersebut, dinamika hubungan tiga pihak kian menghangat. 

Meski tidak secara resmi mengakui Taiwan, Amerika Serikat tetap menjadi mitra keamanan utama pulau itu, sementara Tiongkok terus menegaskan klaimnya atas Taiwan dan menolak segala bentuk interaksi resmi Taipei dengan negara lain.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya