Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: AFP)

Dunia

Zelensky Takut Perang Iran Ganggu Pasokan Senjata Ukraina

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 15:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Volodymyr Zelensky menyuarakan kekhawatiran serius terkait dampak perang Iran terhadap kemampuan Ukraina dalam mengamankan sistem pertahanan rudal dari Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan CNN, Zelensky mengatakan hingga kini belum ada gangguan dalam pasokan maupun dukungan intelijen, meski jumlah persenjataan yang diterima masih terbatas.

Dijelaskan bahwa Ukraina memperoleh akses terhadap senjata AS melalui program PURL, yang memungkinkan negara-negara NATO membiayai pembelian persenjataan untuk Kyiv.


“Melalui program ini, kita dapat menyertakan dan membeli rudal anti-balistik untuk sistem Patriot dan beberapa senjata lainnya yang sangat penting bagi kita. Kita tidak memiliki ini dengan negara-negara tetangga Eropa kita,” ujarnya, seperti dikutip pada Kamis, 23 April 2026. 

Namun, Zelenky mengingatkan bahwa eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, dapat mengancam keberlanjutan paket bantuan tersebut.

“Dan tentu saja, (mengingat) tantangan besar dalam perang Timur Tengah dan Iran, semua paket ini berisiko," kata dia. 

Menurut Zelensky, keterbatasan produksi di Amerika Serikat juga menjadi faktor yang membuat pasokan sistem pertahanan tidak bisa diberikan dalam jumlah besar.

Menurutnya, jika perang terus berlanjut atau gencatan senjata tertunda, maka risiko terhadap kemampuan pertahanan Ukraina akan semakin meningkat.

“Dan jika perang berlanjut atau gencatan senjata tertunda, (ini) tidak akan baik. Dan mungkin kita akan menghadapi lebih banyak risiko dengan senjata anti-balistik," tegasnya.

Selain itu, Zelensky juga menyebut Ukraina siap berbagi pengalaman dalam menghadapi serangan drone dengan negara-negara Timur Tengah, termasuk melalui kerja sama dengan Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

“Kami akan terus bekerja sama dengan negara-negara lain. Kami akan siap untuk memberikan keahlian kami terlebih dahulu, dan poin kedua adalah misi pelatihan," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya