Berita

Ilustrasi

Politik

Pemerintah Harus Turun Tangan Bantu UMKM Terdampak Kenaikan LPG

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 13:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah didesak segera turun tangan memberikan bantuan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak kenaikan harga LPG nonsubsidi. 

Menurut Anggota Komisi VII DPR, Kaisar Abu Hanifah, pemerintah perlu menghadirkan solusi konkret melalui skema bantuan langsung, kemudahan akses kredit, hingga relaksasi cicilan perbankan bagi pelaku UMKM yang memiliki pinjaman.

“Kenaikan LPG nonsubsidi ini tentu berdampak luas, terutama bagi pelaku UMKM yang sangat bergantung pada energi tersebut dalam menjalankan usahanya. Kami meminta pemerintah segera turun tangan memberikan dukungan nyata agar UMKM tetap bisa bertahan,” ungkap Kaisar di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.


Kaisar menjelaskan, banyak pelaku UMKM kini menghadapi dilema dalam menentukan harga jual dagangannya pasca kenaikan LPG. Jika harga dinaikkan, mereka khawatir daya beli konsumen menurun. Namun, jika harga tidak disesuaikan, pelaku UMKM harus menanggung lonjakan biaya produksi yang semakin membebani usaha mereka.

“Ibarat buah simalakama, itulah yang dirasakan pelaku UMKM saat ini. Khususnya usaha makanan yang sangat bergantung pada LPG. Ketika harga dinaikkan, mereka khawatir kehilangan pembeli. Namun jika tidak dinaikkan, margin usaha semakin tergerus. Ini jelas situasi yang memberatkan,” ujarnya.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Yogyakarta tersebut mengusulkan pemerintah untuk melakukan berbagai instrumen untuk membantu UMKM, mulai dari bantuan langsung tunai, subsidi energi yang lebih tepat sasaran, hingga relaksasi kredit bagi pelaku usaha yang sedang mengalami tekanan likuiditas.

“Bantuan langsung bisa menjadi langkah cepat untuk menjaga daya tahan UMKM. Selain itu, relaksasi cicilan kredit juga sangat penting agar pelaku usaha tidak semakin terhimpit kewajiban finansial di tengah kenaikan biaya produksi,” tambahnya.

Kaisar mengingatkan, jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret, dampaknya akan serius. Tidak hanya berpotensi memicu gelombang UMKM gulung tikar, tetapi juga dapat meningkatkan angka pengangguran, menurunkan daya beli masyarakat, serta memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.

“UMKM ini adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Jika mereka tidak diselamatkan, efek domino akan sangat luas. mulai dari penurunan konsumsi rumah tangga hingga terganggunya stabilitas ekonomi di tingkat lokal,” tegasnya.

Sebagai sektor strategis, UMKM memiliki peran vital dalam perekonomian nasional. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, UMKM juga berkontribusi terhadap pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah krisis.

“Karena itu, keberpihakan kepada UMKM bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan keharusan. Pemerintah harus hadir memastikan UMKM tetap hidup, tumbuh, dan menjadi penopang utama ekonomi nasional,” pungkasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya