Berita

Koordinator Siaga 98, Hasanuddin. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Siaga 98: Anggaran Seret, Kinerja KPK Terancam

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 12:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Minimnya dukungan anggaran terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai berpotensi memengaruhi efektivitas upaya pemberantasan korupsi.

Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98), Hasanuddin, mengatakan tekanan fiskal terhadap KPK dalam beberapa tahun terakhir belum sebanding dengan meningkatnya kompleksitas tindak pidana korupsi.

“Tanpa dukungan fiskal yang memadai, efektivitas penindakan maupun pencegahan berpotensi tidak berjalan optimal,” kata Hasanuddin kepada RMOL, Kamis, 23 April 2026.


Berdasarkan kajian Siaga 98, anggaran KPK pada 2025 tercatat menurun dari sekitar Rp1,237 triliun menjadi Rp1,036 triliun setelah efisiensi, atau berkurang sekitar Rp201 miliar. Memasuki 2026, anggaran KPK berada di kisaran Rp800 miliar hingga mendekati Rp1 triliun dalam penjabaran APBN dan DIPA.

“Hal ini menunjukkan adanya tekanan fiskal terhadap kebutuhan operasional KPK,” jelasnya.

Menurut Hasanuddin, struktur anggaran saat ini masih didominasi dukungan manajemen, sementara fungsi utama seperti penindakan, pencegahan, dan pemulihan aset dinilai belum mendapatkan penguatan yang memadai.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan antara beban kerja KPK yang semakin kompleks dengan dukungan anggaran yang tersedia. Sebagai perbandingan, Hasanuddin menyebut anggaran KPK pada 2016 berada di kisaran Rp991,8 miliar dengan realisasi sekitar Rp838,8 miliar.

“Dalam hampir satu dekade, peningkatan anggaran tidak signifikan, sementara kompleksitas perkara korupsi meningkat,” ujarnya.

Siaga 98 juga menilai keterbatasan anggaran berpotensi berdampak pada ruang gerak penindakan, termasuk operasi tangkap tangan (OTT), investigasi, hingga pelacakan aset.

Dalam konteks tersebut, Hasanuddin memandang penguatan anggaran KPK sebagai bagian dari investasi fiskal negara dalam upaya penyelamatan keuangan negara.

“Penguatan anggaran KPK memiliki dampak strategis dalam mendukung efektivitas pemberantasan korupsi,” katanya.

Ia pun mendorong agar komitmen pemberantasan korupsi diwujudkan melalui dukungan anggaran yang memadai.

“Dengan dukungan yang cukup, diharapkan kinerja KPK dapat semakin optimal dalam menghadapi tantangan ke depan,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya