Berita

Dapur Makan Bergizi Gratis. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Saiful Mujani Ungkap Skema 'Gentong Babi' di Balik Program MBG

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 11:56 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Sejumlah program strategis pemerintah mendapat sorotan dari kalangan akademisi karena dinilai berpotensi menimbulkan persoalan dalam pengelolaan anggaran.

Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta, Saiful Mujani, menyampaikan pandangannya terkait sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga batalion pembangunan.

Dalam forum diskusi politik dan kebebasan akademik di UIN Jakarta, Kamis, 23 April 2026, Mujani menyebut program-program tersebut dapat dilihat dalam perspektif yang ia istilahkan sebagai 'gentong babi' atau pork barrel.


“Hipotesis saya, MBG, Koperasi Merah Putih, dan Batalion Pembangunan bisa dibaca dalam kerangka yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai skema ‘gentong babi’,” ujarnya.

Menurut Mujani, istilah tersebut merujuk pada penggunaan anggaran negara yang berpotensi diarahkan untuk kepentingan politik jangka pendek, termasuk dalam konteks penguatan basis dukungan.

Ia juga menyoroti pentingnya landasan kajian akademik dalam setiap perumusan kebijakan publik agar implementasinya tepat sasaran dan akuntabel.

Lebih lanjut, Mujani mengingatkan agar pengelolaan anggaran negara tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Perlu ada penguatan tata kelola agar kebijakan publik benar-benar berorientasi pada kepentingan luas,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya