Berita

RS Indonesia di Gaza (Foto: X)

Dunia

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 10:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah RI mengecam keras tindakan pasukan Israel yang memasang spanduk bertuliskan “Rising Lion” di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

Dalam unggahan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di platform X pada Kamis, 23 April 2026, ditegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk provokasi yang tidak dapat dibenarkan. 

“Penggunaan simbol dan propaganda militer di atas reruntuhan rumah sakit yang telah dihancurkan, terlebih dengan mengaitkannya pada operasi militer tertentu, merupakan tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan,” tulis Kemlu.


Rumah Sakit Indonesia merupakan fasilitas sipil yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu masyarakat Palestina. 

Kemlu menilai, pemasangan spanduk tersebut sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. 

“Tindakan tersebut merupakan penghinaan terhadap fasilitas kemanusiaan yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina,” tegas Kemlu.

Indonesia juga kembali mengingatkan pentingnya penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, sembari mendesak Israel menghentikan pelanggaran terhadap infrastruktur sipil.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang beredar di media sosial, spanduk propaganda tersebut dipasang oleh militer Israel di bangunan Rumah Sakit Indonesia di wilayah Jabalia yang telah rusak parah akibat konflik. 

Spanduk besar itu menampilkan logo bendera Israel serta tulisan bernada ideologis yang diyakini merujuk pada ayat dalam Taurat.

Narasi “Rising Lion” sendiri disebut berkaitan dengan operasi militer Israel sebelumnya, sekaligus dikaitkan dengan momentum peringatan nasional seperti Yom HaZikaron dan Yom Ha'atzmaut. 

Bagi Israel, peringatan tersebut menandai berdirinya negara pada 1948, namun bagi rakyat Palestina, periode yang sama dikenang sebagai Nakba, tragedi kehilangan tanah air akibat perang dan pengusiran massal.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya