Berita

John Phelan (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube @USNavy)

Dunia

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 07:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali melakukan perombakan besar di tubuh militernya. Kali ini, Sekretaris Angkatan Laut (SECNAV), John Phelan, resmi diberhentikan dari jabatannya.

Dikutip dari Reuters, Kamis 23 April 2026, seorang sumber yang mengetahui langsung masalah ini menyebutkan bahwa pemecatan dilakukan pada Rabu. Namun, pihak Pentagon tidak menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.

“Phelan meninggalkan pemerintahan, berlaku segera," menurut pernyataan singkat Pentagon.


Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Phelan. “Atas nama Menteri Pertahanan dan Wakil Menteri Pertahanan, kami berterima kasih kepada Menteri Phelan atas pengabdiannya kepada Departemen dan Angkatan Laut Amerika Serikat. Kami mendoakan yang terbaik untuknya di masa depan," ujarnya.

Untuk sementara waktu, posisi Sekretaris Angkatan Laut akan diisi oleh wakilnya, Hung Cao, yang merupakan pejabat sipil nomor dua di Angkatan Laut AS.

Pemecatan Phelan bukanlah kejadian tunggal. Dalam beberapa minggu terakhir, Pentagon memang sedang mengalami gelombang perombakan besar.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga memecat Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George, tanpa penjelasan resmi. Menurut sejumlah pejabat, keputusan itu terkait ketegangan internal dengan Menteri Angkatan Darat, Daniel Driscoll.

Pergantian pimpinan ini menambah daftar panjang gejolak di tubuh militer AS, yang sebelumnya juga mencakup pencopotan sejumlah pejabat tinggi, termasuk mantan Ketua Kepala Staf Gabungan, CQ Brown.

Situasi ini terjadi di tengah kondisi geopolitik yang sensitif, khususnya terkait hubungan Amerika Serikat dengan Iran. Di saat gencatan senjata yang masih rapuh berlangsung, AS justru meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald Trump dilaporkan mengandalkan kekuatan angkatan laut sebagai alat tekanan terhadap Iran, dengan harapan mendorong Teheran untuk menyetujui penyelesaian konflik sesuai kepentingan Washington.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya