Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Tak Sekadar Kreatif, Industri PR Kini Harus Berbasis Data

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah laju perubahan yang begitu cepat, pengalaman panjang tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu keberhasilan di industri komunikasi. 

Kini, kemampuan beradaptasi dengan teknologi serta memahami perubahan perilaku audiens justru menjadi kunci utama agar sebuah agensi tetap relevan dan dipercaya.

Fenomena ini mendorong banyak perusahaan komunikasi untuk melakukan penyesuaian strategi secara menyeluruh. Transformasi yang dilakukan bukan sekadar perubahan tampilan, tetapi lebih pada penguatan fondasi internal agar mampu menjawab tantangan zaman.


Salah satu contoh datang dari XP+, perusahaan yang telah berkiprah selama 16 tahun di industri public relations. Mereka menyadari bahwa pendekatan konvensional perlu dikombinasikan dengan kecanggihan teknologi digital untuk menghasilkan strategi komunikasi yang lebih efektif.

Co-Founder XP+, Bayu Sutiyono, menegaskan bahwa perubahan dalam industri berlangsung sangat cepat, terutama dalam hal perilaku audiens dan kanal distribusi informasi. Karena itu, dibutuhkan tim yang solid serta dukungan teknologi yang mampu menghasilkan strategi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berdampak nyata.

"Industri komunikasi saat ini mengalami pergeseran yang sangat cepat, baik dari sisi perilaku audiens maupun kanal distribusi informasi," ujar Bayu Sutiyono dalam keterangannya, Rabu 22 April 2026.

Salah satu perubahan paling mencolok dalam komunikasi modern adalah meningkatnya peran data sebagai dasar pengambilan keputusan. Menyadari hal tersebut, XP+ memperkuat berbagai aspek penting, mulai dari pembentukan tim multidisiplin yang menggabungkan keahlian public relations, digital, dan kreatif, hingga pemanfaatan teknologi untuk monitoring, analisis, dan evaluasi kampanye. Pendekatan berbasis data dan insight juga menjadi fokus utama guna meningkatkan efektivitas strategi komunikasi.

Langkah ini menunjukkan upaya XP+ untuk tidak sekadar mengikuti perubahan, tetapi juga ikut mendorong transformasi industri komunikasi di Indonesia.

Bagi pelaku industri, pengalaman tetap memiliki nilai penting karena memberikan pemahaman mendalam tentang pasar. Namun, hal itu harus diimbangi dengan kecepatan beradaptasi terhadap perubahan.

CEO XP+, Ernest Rafael, menekankan pentingnya hal tersebut. “Pengalaman memberikan kami pemahaman yang kuat, namun di era sekarang itu tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk beradaptasi secara cepat. Karena itu, kami berinvestasi pada penguatan tim dan tools agar dapat memberikan solusi komunikasi yang lebih presisi dan terukur,” ujarnya.

Pada akhirnya, tantangan terbesar bagi brand saat ini adalah menjaga reputasi dan kredibilitas di tengah persaingan yang semakin ketat. Dalam konteks ini, perusahaan komunikasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai pesan, tetapi telah berkembang menjadi mitra strategis yang membantu brand membangun hubungan yang relevan dan bermakna dengan publiknya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya