Berita

Presiden Prabowo Subianto bertemu Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Instagram Sekretaris Kabinet)

Politik

Pertemuan Prabowo-Luhut-Dudung Jadi Sinyal Reshuffle Kabinet

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 03:17 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pertemuan empat mata Presiden Prabowo Subianto dengan Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Negara yang kemudian disusul pertemuan tertutup dengan mantan KSAD Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menjadi sinyal kuat konsolidasi kekuasaan sekaligus membuka kemungkinan reshuffle kabinet.

Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, dikutip Kamis 23 April 2026.

Amir menilai, rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan keseriusan Prabowo dalam membaca tekanan nasional di tengah gejolak global yang semakin kompleks, mulai dari ketidakstabilan energi dunia, rivalitas kekuatan besar, hingga ancaman perlambatan ekonomi internasional.


“Ini adalah konsolidasi inti kekuasaan. Prabowo sedang membaca situasi secara serius, terutama ketika tekanan ekonomi global mulai berdampak langsung ke dalam negeri,” kata Amir.

Menurutnya, kenaikan harga BBM nonsubsidi dan LPG nonsubsidi menjadi indikator awal bahwa Indonesia sedang memasuki fase tekanan ekonomi yang serius. 

Dalam kondisi seperti itu, kepala negara biasanya mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kabinet.

“Reshuffle sangat mungkin menjadi bagian dari strategi," kata Amir.

Presiden Prabowo tentu membutuhkan tim yang solid, cepat, dan mampu bekerja dalam tekanan tinggi. 

"Konsolidasi dengan tokoh-tokoh strategis bisa menjadi pintu masuk untuk evaluasi besar di pemerintahan,” pungkas Amir.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya