Berita

Gelaran konferensi pers Belajaraya 2026 (Foto: Istimewa)

Nusantara

Belajaraya 2026 Dorong Solusi Kesenjangan Akses dan Kualitas Pendidikan

RABU, 22 APRIL 2026 | 20:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kesenjangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum sepenuhnya teratasi. 

Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai upaya mencari solusi yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi sorotan dalam gelaran Belajaraya 2026 yang akan mencapai puncaknya pada 2 Mei mendatang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.


Forum ini menghimpun lebih dari 1.000 komunitas dan organisasi pendidikan untuk berbagi praktik baik sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi. 

Ketua Umum Semua Murid Semua Guru, Marsya Nurmaranti, menegaskan bahwa tantangan pendidikan tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu pihak saja.

“Melalui forum ini, Belajaraya menegaskan bahwa upaya memajukan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama dari berbagai pihak,” kata Marsya dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip Rabu, 22 April 2026. 

Pendidik dan inisiator jaringan Semua Murid Semua Guru, Najelaa Shihab, turut menyoroti persoalan mendasar dalam cara pandang masyarakat terhadap pendidikan yang dinilai masih terbatas pada pendidikan formal.

“Di tengah perkembangan tersebut, saya melihat bahwa tantangan terbesar justru terletak pada cara pandang masyarakat terhadap pendidikan yang masih kerap disamakan dengan persekolahan formal,” ujarnya. 

Dari sisi pemerintah, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Rizki Ameliah, mengakui dinamika pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi. 

Dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan tersebut.

“Pendidikan kita saat ini sangat dinamis, sehingga kunci utamanya adalah kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kita perlu bergerak bersama dengan komunitas, swasta, dan akademisi,” paparnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya