Berita

Peresmian Kampung Nelayan BSI di Desa Warloka Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Harapan Baru Masyarakat Pesisir Warloka dari Laut yang Sama

RABU, 22 APRIL 2026 | 18:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bagi masyarakat pesisir di Desa Warloka Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaut bukan sekadar pekerjaan melainkan cara bertahan hidup.

Dengan keterbatasan sarana dan akses pasar, hasil laut yang melimpah selama ini belum sepenuhnya mampu mengangkat kesejahteraan warga. 

Desa Warloka Pesisir selama ini dikenal sebagai kampung nelayan dengan potensi besar, bahkan tengah dikembangkan menjadi kawasan wisata dan kampung nelayan modern oleh pemerintah melalui Kampung Nelayan Merah Putih. 


Berada di Kecamatan Komodo, Pulau Flores, desa ini hanya berjarak sekitar 20 km atau sekitar 45 menit perjalanan dari pusat wisata Labuan Bajo. Saat ini infrastruktur berupa dermaga selesai dibangun.  

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melengkapi infrastruktur yang dibangun dengan menghadirkan program Desa Binaan berupa Kampung Nelayan BSI Warloka.

Program itu berupa pemberdayaan masyarakat yang tak berhenti pada bantuan fisik, tapi juga pendampingan usaha, pelatihan, hingga penguatan koperasi. 

Pendekatan ini membuka jalan bagi masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan harian, tetapi mulai membangun usaha yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Peresmian Kampung Nelayan Warloka ini merupakan bagian dari eskalasi masif program Desa Bangun Sejahtera Indonesia (Desa BSI). Pada tahun 2025 BSI membuka tiga desa baru yang tersebar di Aceh, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. 

Agresivitas ini mengukuhkan rekam jejak BSI yang hingga kini telah membina 20 desa dengan 7.853 penerima manfaat di 14 provinsi di seluruh Indonesia. 

Digagas sejak 2024, Kampung Nelayan Desa BSI Warloka ini diresmikan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, disaksikan Wakil Ketua Baznas RI KH Zainut Tauhid, Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur Yan Jimmy Hendrik Simarmata dan Staf Ahli merangkap Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Manggarai Barat Agustinus Gias.

Program Kampung Nelayan BSI ini langsung menyentuh kebutuhan dasar nelayan yakni perahu dan gudang dengan cold storage atau mesin pendingin yang dapat menampung hasil tangkapan nelayan serta tempat pelelangan ikan. 

Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa sebagai lembaga keuangan, BSI memiliki misi agar kehadirannya dirasakan secara inklusif semua kalangan masyarakat. 

"Kami ingin berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya di pusat kota tapi juga dari desa" kata Anggoro dalam keterangan tertulis, Selasa 22 April 2026. 

Kata dia, program ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui program Asta Cita Pemerintah yang menekankan pembangunan dari desa dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Pemerintah telah mencanangkan untuk membangun 1.000 kampung nelayan hingga 2026. 

"Sebagai bagian dari bank pemerintah, BSI bangga bisa berkontribusi bagi pembangunan ekonomi desa," katanya.

Bagi warga Warloka, program ini bukan sekadar bantuan, melainkan titik balik. Dengan dukungan yang tepat, mereka berharap melihat masa depan yang berbeda, anak-anak bisa sekolah lebih baik, pendapatan lebih stabil, dan ekonomi desa tidak lagi tertinggal. 

Kampung Nelayan Desa BSI Warloka merupakan desa binaan ke 21 dari 23 yang dibangun BSI sejak merger. Khusus untuk Warloka, BSI memberikan 19 perahu kepada sekitar 143 kepala keluarga. Warloka sendiri dihuni sekitar 300 kepala keluarga dengan sekitar seribu jiwa. 

Mendukung konsep sustainability, perahu nelayan dilengkapi solar panel untuk penerangan. Demikian juga dengan cold storage di mana mesin pendingin juga dioperasikan menggunakan tenaga listrik dari solar panel.  

Ke depan, dalam 2-3 tahun, Kampung Nelayan Warloka ditargetkan mampu mandiri sebagai desa produktif. Bagi warga, itu berarti satu hal sederhana namun penting, hidup yang lebih pasti, dari laut yang selama ini mereka jaga.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya