Berita

Menteri Luar Negeri, Sugiono. (Foto: Dokumentasi Kemlu)

Bisnis

Pemerintah Percepat Transisi Energi Alternatif Hadapi Krisis Global

RABU, 22 APRIL 2026 | 15:20 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Situasi geopolitik global saat ini tidak stabil dan berdampak langsung pada tekanan ekonomi dunia, termasuk Indonesia. 

Krisis di berbagai kawasan hingga gangguan tata kelola global disebut ikut memicu kenaikan harga energi.

“Situasi dunia saat ini sangat tidak terprediksi dan sudah menimbulkan tekanan ekonomi global,” ujar Menteri Luar Negeri Sugiono di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.


Ia menyebut pemerintah merespons kondisi tersebut dengan memperkuat posisi Indonesia melalui politik luar negeri bebas aktif, sekaligus menjaga kepentingan nasional di tengah dinamika global.

Dalam aspek ekonomi, pemerintah mempercepat transisi energi dari fosil ke energi terbarukan sebagai langkah menghadapi lonjakan harga energi. Program yang didorong meliputi biodiesel, bioetanol, energi surya, panas bumi, hingga pemanfaatan pengelolaan sampah sebagai sumber energi.

“Tekanan global membuat percepatan energi alternatif harus dilakukan lebih cepat,” jelas Sugiono.

Ia juga menyoroti intensifikasi diplomasi Indonesia dalam satu setengah tahun terakhir, termasuk kunjungan Presiden ke Moskow dan Prancis yang membahas kerja sama energi serta respons terhadap krisis global.

Pemerintah menegaskan kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya tahan energi di tengah ketidakpastian dunia.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya