Berita

Ilustrasi ketimpangan ekonomi (Artificial Intelligence)

Bisnis

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

RABU, 22 APRIL 2026 | 14:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laporan terbaru dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memberikan gambaran penting mengenai kondisi ketimpangan ekonomi di Indonesia pada tahun 2026. 

Data yang dirilis menunjukkan bahwa kekayaan di Indonesia masih terkonsentrasi pada kelompok kecil masyarakat, sementara sebagian besar rakyat masih berupaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. 

Kondisi ini dinilai dapat menjadi bahan refleksi bersama untuk memperkuat arah pembangunan yang lebih merata dan inklusif.


Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa total kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia mencapai sekitar Rp4.651 triliun. Jumlah ini setara dengan gabungan kekayaan puluhan juta penduduk Indonesia, bahkan melampaui besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. 

Perbedaan laju pertumbuhan kekayaan juga menjadi perhatian, di mana kekayaan kelompok tertentu dapat bertambah hingga miliaran rupiah per hari, sementara kenaikan upah rata-rata pekerja berlangsung jauh lebih lambat.

Sebagian besar kekayaan kelompok ekonomi besar tersebut berasal dari sektor berbasis sumber daya alam, seperti pertambangan, minyak dan gas, serta perkebunan. 

Sektor-sektor ini selama ini berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, namun juga memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat serta tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Laporan tersebut juga menyoroti perbedaan tingkat kekayaan di kalangan pejabat publik dan perwakilan rakyat. 

Sebagian kecil pejabat tercatat memiliki kekayaan yang jauh lebih besar dibandingkan rata-rata masyarakat yang mereka wakili. Kondisi ini dinilai menunjukkan pentingnya penguatan transparansi dan akuntabilitas publik, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara dapat terus terjaga.

Di tingkat daerah, kesenjangan ekonomi juga masih terlihat cukup lebar. Perbedaan tingkat kekayaan antara wakil rakyat dan masyarakat menjadi catatan penting dalam upaya meningkatkan rasa keadilan ekonomi. Para pengamat menilai bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada pemerataan hasil pembangunan.

Jika tren saat ini terus berlanjut, laporan tersebut memproyeksikan bahwa kesenjangan ekonomi berpotensi semakin melebar hingga tahun 2050. Oleh karena itu, berbagai langkah kebijakan dinilai perlu dipertimbangkan secara matang untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

Salah satu wacana yang mulai dibahas adalah penerapan pajak kekayaan atau wealth tax secara progresif bagi kelompok berpenghasilan sangat tinggi. Kebijakan ini dinilai berpotensi menambah penerimaan negara yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk memperkuat layanan publik, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, laporan ini menjadi pengingat bahwa ketimpangan ekonomi bukan hanya persoalan angka, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas sosial dan keberlanjutan pembangunan. 

Dengan kebijakan yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat, diharapkan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan dapat berjalan lebih adil dan memberikan manfaat yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya