Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pasar Respons Negatif Pembatasan MSCI, IHSG Pagi Ambruk 0,41 Persen

RABU, 22 APRIL 2026 | 10:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pada hari Rabu, 22 April 2026, dengan bergerak di zona merah. 

Pelemahan ini terjadi sebagai respons terhadap tekanan sentimen global serta dampak dari evaluasi indeks yang tengah dilakukan oleh MSCI Inc. terhadap pasar modal Indonesia.

Mengacu pada data resmi Bursa Efek Indonesia, indeks tercatat melandai sebesar 31,04 poin atau menyusut 0,41 persen menuju level 7.528,34 pada saat pembukaan. Aktivitas perdagangan di pagi hari ini melibatkan volume sebanyak 391,29 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp232,53 miliar yang terangkum dalam 48.024 kali frekuensi transaksi. Adapun total kapitalisasi pasar saat ini berada pada angka Rp13.363 triliun.


Secara rincian harga, dinamika pasar sebenarnya memperlihatkan bahwa 280 saham mengalami kenaikan, 73 saham terkoreksi, dan 288 saham lainnya bergerak stagnan. Meskipun jumlah saham yang menguat mendominasi secara kuantitas, IHSG tetap terbebani oleh pelemahan saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) serta pengaruh eksternal yang cukup kuat.

Kondisi ini sejalan dengan catatan tim riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang menyebutkan bahwa pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah sekitar 0,5 persen ke posisi 7.559. Hal tersebut dipicu oleh langkah MSCI yang tetap mempertahankan pembatasan terhadap saham-saham Indonesia dalam tinjauan atau review untuk periode Mei 2026.

Keputusan ini sangat krusial karena perubahan bobot dalam indeks MSCI sering kali menjadi acuan utama bagi manajer investasi global untuk mengatur alokasi dana mereka di pasar negara berkembang.

Dari sisi teknikal, penurunan saat ini masih dipandang sebagai fase koreksi normal dengan potensi pergerakan yang cenderung terbatas. Para pelaku pasar perlu memperhatikan level dukungan atau support IHSG yang berada di angka 7.447 dan 7.346 sebagai batas krusial dalam pergerakan jangka pendek ini. 

Selain faktor MSCI, volatilitas pasar di bulan April ini juga dipengaruhi oleh musim pembagian dividen dari sejumlah emiten besar yang biasanya menjaga minat beli investor di tengah fluktuasi indeks global.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya