Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Melempem Dihajar Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

RABU, 22 APRIL 2026 | 08:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia-Pasifik dibuka variatif namun cenderung melemah pada Rabu, 22 April 2026, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperpanjang gencatan senjata terhadap Iran.

Dikutip dari CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang turun sekitar 0,41 persen, sementara indeks Topix melemah 0,67 persen. Meski begitu, data perdagangan Jepang menunjukkan ekspor naik selama tujuh bulan berturut-turut, dengan surplus perdagangan Maret sebesar 667 miliar Yen, lebih rendah dari perkiraan pasar. Investor juga menunggu keputusan Bank Sentral Jepang pekan depan.

Di Korea Selatan, indeks Kospi justru naik tipis 0,16 persen setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi. Namun, indeks Kosdaq untuk saham perusahaan kecil turun 0,42 persen. Data terbaru menunjukkan harga produsen di Korea Selatan naik paling cepat dalam lebih dari tiga tahun, dipengaruhi kenaikan harga energi akibat ketegangan di Timur Tengah.


Pasar Australia juga ikut melemah, dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,59 persen. Sementara itu, di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng bergerak di bawah level penutupan sebelumnya, menandakan potensi pelemahan lanjutan pada perdagangan berikutnya.

Di Tiongkok, indeks Shanghai relatif stagnan dan tidak banyak berubah. Hal ini menunjukkan investor masih menunggu arah kebijakan dan perkembangan global sebelum mengambil posisi besar di pasar.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya