Berita

Gedung BEI (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Babak Baru IBST: Langkah Strategis Grup Djarum Menuju Perusahaan Tertutup

RABU, 22 APRIL 2026 | 07:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah hampir 14 tahun melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) resmi mengumumkan rencana besar untuk keluar dari pasar modal (delisting). 

Emiten penyedia menara dan infrastruktur telekomunikasi yang berada di bawah Grup Djarum ini akan  mengubah statusnya menjadi perusahaan tertutup (go private). 

Ini merupakan bagian dari strategi besar Grup Djarum melalui anak usahanya, PT Iforte Solusi Infotek, guna memperkuat integrasi di sektor infrastruktur telekomunikasi. 


Langkah ini diambil setelah manajemen melakukan evaluasi mendalam dan menyimpulkan bahwa struktur perusahaan yang lebih sederhana akan membuat pengelolaan aset serta operasional menjadi jauh lebih efisien di bawah naungan Grup TOWR.

Proses transisi ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Iforte resmi menjadi pengendali IBST pada Juli 2024. 

Untuk memuluskan rencana tersebut, perusahaan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 5 Juni 2026 mendatang guna meminta restu dari para investor. 

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pemegang saham publik, Iforte berencana melakukan Penawaran Tender Sukarela dengan harga beli sebesar Rp5.400 per saham. Angka ini tergolong menarik karena berada di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan selama tiga bulan terakhir yang tercatat di level Rp5.374 per saham.

Bagi para investor, momen ini menjadi titik penentuan untuk melakukan exit dengan harga premium yang ditawarkan. Namun, manajemen juga memberikan catatan bahwa pemegang saham yang memilih untuk tetap bertahan nantinya akan menyandang status sebagai pemilik saham di perusahaan tertutup yang tidak lagi diperdagangkan secara bebas di bursa. 

Sejarah panjang IBST yang dimulai dari harga IPO sebesar Rp1.000 pada tahun 2012 kini memasuki fase penutup, yang sekaligus menandakan fokus baru Grup Djarum dalam merapikan lini bisnis menara mereka agar lebih kompetitif dan efektif ke depannya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya