Berita

Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN). (Foto: Istimewa)

Politik

BM PAN DKI:

Isi Ruang Publik dengan Adu Gagasan, Bukan Narasi Menyesatkan

RABU, 22 APRIL 2026 | 06:59 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Seluruh elemen masyarakat didorong mengedepankan etika dalam kehidupan politik serta menolak penyebaran disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) di ruang publik.

Ketua DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) DKI Jakarta, Ismu Zakky mengatakan, dinamika dan perbedaan pandangan dalam politik merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam sistem demokrasi. Namun, perbedaan tersebut harus disampaikan secara dewasa dan bertanggung jawab.

“Tapi cara menyampaikannya harus tetap menjaga etika dan tidak melanggar batas,”  kata Ismu dalam keterangan resminya, dikutip Rabu 22 April 2026.


Ismu menekankan, ruang publik saat ini harus diisi dengan adu gagasan, bukan justru dipenuhi narasi yang menyesatkan. Kompetisi politik, lanjutnya, seharusnya berfokus pada program dan solusi nyata bagi masyarakat.

Ia mendukung sikap Ketua Umum BM PAN Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu yang secara tegas mengajak penolakan terhadap narasi yang mengarah pada DFK terhadap Menko Pangan Zulkifli Hasan. 

Zaky juga mengingatkan bahaya penyebaran DFK yang dinilai dapat merusak kualitas demokrasi serta memicu polarisasi di tengah masyarakat.

“Disinformasi, fitnah dan kebencian itu bukan hanya merugikan individu, tapi juga bisa mengganggu stabilitas sosial dan menyesatkan publik,” pungkas politikus muda PAN ini.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya