Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Naik Drastis Saat Hormuz Kembali Bergejolak

SELASA, 21 APRIL 2026 | 09:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali naik tajam, dipicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akan runtuh setelah ketegangan kembali meningkat di sekitar Selat Hormuz.

Dikutip dari Reuters, Selasa 21 April 2026, pada penutupan perdagangan Senin, harga minyak mentah Brent ditutup naik 5,10 Dolar AS atau 5,64 persen menjadi 95,48 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 5,76 Dolar AS atau 6,87 persen ke level 89,61 Dolar AS per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga minyak sempat anjlok sekitar 9 persen pada Jumat. Saat itu, Iran menyatakan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap dibuka selama masa gencatan senjata, sehingga sempat meredakan kekhawatiran pasar.


Namun, situasi berubah pada akhir pekan. AS menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade, dan Iran langsung menyatakan akan membalas. Peristiwa ini memicu kembali ketegangan dan menghapus optimisme pasar sebelumnya.

Direktur energi berjangka Mizuho, Bob Yawger, mengatakan, “Niat baik yang muncul pada hari Jumat kini sudah sepenuhnya hilang.”

Gencatan senjata yang berlangsung selama dua minggu dijadwalkan berakhir akhir pekan ini. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian terhadap kelanjutan pembicaraan damai antara AS dan Iran yang rencananya digelar di Pakistan.

Seorang pejabat senior Iran menyebut negaranya masih mempertimbangkan untuk menghadiri perundingan tersebut, namun belum ada keputusan final. Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh AS menjadi hambatan utama dalam proses diplomasi.

Dari pihak AS, Presiden Donald Trump menyatakan belum tentu akan memperpanjang gencatan senjata. Ia juga menegaskan bahwa blokade terhadap Iran akan tetap diberlakukan.

Meski begitu, analis menilai harga minyak saat ini masih lebih rendah dibandingkan puncaknya di awal konflik. Selama tidak terjadi perang skala penuh, harga diperkirakan akan turun secara bertahap.

Di sisi lain, gangguan pasokan masih menjadi faktor utama. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz hampir terhenti. Data menunjukkan hanya tiga kapal yang melintas dalam 12 jam terakhir pada Senin.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya