Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Reuters)

Dunia

Netanyahu Bakal Hukum Pelaku Perusakan Patung Yesus di Lebanon

SELASA, 21 APRIL 2026 | 00:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu angkat bicara terkait insiden perusakan patung Yesus Kristus di wilayah selatan Lebanon yang diduga dilakukan oleh seorang tentara Israel. 

Insiden tersebut memicu gelombang kecaman luas dari berbagai kalangan, khususnya komunitas gereja dan tokoh agama yang menilai tindakan itu sebagai bentuk penodaan terhadap simbol keagamaan. 

Tekanan pun menguat agar otoritas Israel bertindak cepat dan transparan.


Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menegaskan bahwa militer akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.

“Suatu tindakan individu yang tidak dapat diterima dan tidak mencerminkan nilai-nilai atau kebijakan tentara Israel," ujarnya, seperti dikutip dari Voice of Emirates, Senin, 20 April 2026. 

Netanyahu juga menekankan komitmen negaranya terhadap penghormatan lintas agama.

Sejalan dengan itu, militer Israel mengumumkan telah membuka investigasi cepat. Tentara yang diduga terlibat telah diidentifikasi dan akan diproses berdasarkan hukum militer. 

Otoritas militer juga mengingatkan bahwa setiap prajurit memiliki kewajiban untuk menjaga dan menghormati situs keagamaan serta budaya di wilayah operasi.

Sementara itu, otoritas resmi dan pemuka agama di Lebanon melontarkan kecaman keras. 

Mereka menyebut insiden tersebut sebagai serangan terang-terangan terhadap situs-situs suci Kristen dan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan agama, serta mendesak adanya langkah nyata untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya