Berita

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Lewat RDP Tertutup

DPR Bongkar Bukti Sensitif Kasus Kekerasan Seksual Kampus

SENIN, 20 APRIL 2026 | 17:00 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Komisi X DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) secara tertutup untuk membahas maraknya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi. Penutupan dilakukan karena pembahasan menyangkut materi sensitif yang tidak dapat dipublikasikan.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani mengungkapkan, dalam forum tersebut pihaknya menerima paparan yang memuat bukti-bukti serius, termasuk percakapan digital hingga dokumentasi visual.

“Materinya tidak bisa dibuka ke publik, karena ada chat, foto, dan video yang sifatnya sensitif,” ujar Lalu di Gedung DPR, Senin, 20 April 2026.


RDP tersebut menghadirkan jajaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta pimpinan Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor.

Agenda rapat menyoroti penguatan pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus, sekaligus evaluasi pelaksanaan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.

Lalu menilai, materi yang dibahas menunjukkan bahwa persoalan kekerasan seksual di kampus sudah berada pada level serius dan kompleks. DPR tidak hanya menyoroti tindakan yang sudah terungkap ke publik, tetapi juga pola kejadian yang selama ini tidak terlihat.

Ia menyebut, tren kasus terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sementara sebagian besar baru mencuat setelah mendapat sorotan luas.

“Artinya, ada kemungkinan kasus-kasus sebelumnya tidak terungkap atau tidak ditangani secara terbuka,” jelas dia.

Komisi X juga menemukan bahwa pelaku tidak terbatas pada mahasiswa, tetapi turut melibatkan tenaga pendidik hingga pejabat di lingkungan kampus. Hal ini dinilai memperkuat urgensi penanganan yang lebih tegas dan sistematis.

Melalui rapat tertutup tersebut, DPR menegaskan komitmennya untuk mengawal penanganan kasus, termasuk memastikan adanya perlindungan terhadap korban serta transparansi dari pihak kampus.

“Ini bukan isu ringan. Penanganannya harus serius dan menyeluruh,” tegas Lalu.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya