Berita

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK). (Foto: RMOL)

Politik

JK Wajar Tersinggung, Relawan Jokowi Jangan Perkeruh Suasana

SENIN, 20 APRIL 2026 | 09:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sikap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) yang merasa tersinggung atas serangan dari relawan atau pendukung Jokowi yang kerap disebut "termul" dianggap wajar oleh Analis komunikasi politik Hendri Satrio.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, persoalan ini seharusnya tidak dibiarkan membesar. JK selama ini telah menyuarakan keresahan yang sesungguhnya juga dirasakan masyarakat luas, yakni soal polemik ijazah mantan Presiden Jokowi yang dinilai berlarut-larut tanpa kejelasan.

"Concern Pak JK tentang ijazah Pak Jokowi ini memang concern umum, seluruh rakyat Indonesia. Kenapa begitu lama dan bertele-tele? Padahal ada contoh seperti Hakim MK Arsul Sani yang langsung menunjukkan ijazahnya dan selesai," ujar Hensa kepada wartawan, Senin, 20 April 2026.


Menurut Hensa, argumentasi Jokowi yang menyatakan bahwa pihak yang menuduh ijazahnya palsulah yang harus membuktikan, tidak sepenuhnya tepat mengingat statusnya sebagai mantan presiden dan tokoh bangsa.

"Kalau Pak Jokowi bukan presiden ketujuh dan bukan tokoh bangsa, mungkin argumen itu bisa diterima. Tapi justru karena statusnya, dibutuhkan langkah yang tidak biasa untuk dipertontonkan kepada publik," ujarnya.

Hensa juga menegaskan bahwa kunci penyelesaian polemik ini ada di tangan Universitas Gadjah Mada (UGM). Jika UGM secara resmi menyatakan Jokowi pernah kuliah dan lulus, baginya persoalan sudah selesai.

"Standpoint saya sejak awal adalah UGM. Kalau UGM mengatakan Jokowi kuliah dan lulus, maka selesai buat saya. Maka justru UGM harus dilibatkan dalam proses pembuktian ini," katanya.

Terkait serangan para relawan kepada JK, Hensa mengingatkan bahwa JK pun adalah tokoh bangsa yang layak dihormati. Ia mengajak para relawan untuk menggunakan pendekatan yang lebih bijak ketimbang memperkeruh suasana di ruang publik.

"Termul atau relawan Jokowi yang menyerang Pak JK bisa menggunakan teknologi paling canggih yang diwariskan para pendiri bangsa, namanya musyawarah. Ketemu Pak JK, dan kembali menjadi satu kesatuan bangsa yang bersinergi positif," pungkas Hensa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya